Pertanyaan untuk Tulisan SEO

Noted: Sunday, July 4, 2010 at 09:04:24. Words count: 391.
Last updated: Wednesday, July 7, 2010 at 09:51:55.

Daripada komentar 'dejavu' (Dani Iswara .com), mending saya catat sendiri. Kali ini tentang 'Search Engine Optimization' atau pengoptimalan mesin telusur/pencari Internet. Entah jika algoritma mesin telusur/pencari desktop ('desktop search') memakai algoritma serupa.

Kasus dan pertanyaan bisa saja rekayasa atau khayalan. Jika ada kesamaan, mungkin hanya kebetulan saja. Jawaban adalah asumsi dan pendapat saya pribadi, kecuali disebutkan sumber validnya.

1. Haruskah kata kunci ditempatkan di awal paragraf?
Saya menjawabnya dengan tulisan Aksesibilitas Web Paragraf Pertama (Dani Iswara .com).
2. Benarkah pemakaian elemen teks spesial 'emphasis' (<em>) dan 'strong emphasis' (<strong>) untuk penulisan kata kunci?
Entah mengapa elemen ini populer untuk pengoptimalan. Bahkan berulang-ulang dicetak tebal di pelbagai paragraf. Menurut saya, situasi berikut ini menggambarkan pemakaian elemen semantik tersebut. Seorang adik terlibat percakapan dengan kakaknya. Adiknya menanyakan, “Kak, punya video asusila yang heboh itu, ngga?” Kakak menjawab, “Ngga.” Adiknya masih berupaya merayu, “Buat naikin trafik blog nih. Punya ngga?” Kakak membalas ketus, “Dibilangin gak punya.” Sang adik tidak menyerah, “Beneran nih, Kak, ngga punya?” Sang kakak makin kesal lalu mengumpat sambil membanting pintu, “Iiih..dikasi tau kok ngeyel!
Sang kakak diam-diam kembali menonton video asusila itu dengan tenang… Cerita selesai. Kembali ke topik. Debat pemakaian elemen ini masih berlanjut. Tiap istilah dan frasa asing disarankan memakai <em>. Tapi belakangan sejalan dengan tidak dihapusnya tag <i> ('italic'), istilah dan frasa asing bisa memakai tag <i> disertai 'language' yang sesuai. Misal <i lang="en">optimize</i> untuk doctype HTML. Tanpa harus memberinya penekanan/intonasi suara karena pemakaian <em>. Silakan baca juga Semantic Emphasis, Strong, Italic, Bold (Dani Iswara .com).
3. Benarkah elemen alt disebut sebagai tag alt?
Karena merupakan bagian dari tag img, maka elemen tersebut lebih tepat disebut atribut alt.
4. Haruskah atribut alt dijejali dengan kata kunci?
Saya menjawabnya di tulisan Logical Use of Text Alternative (Dani Iswara .com).
5. Seperti apa yang disebut SEO 'friendly'?
Telah terbukti menang di kontes? Selalu ranking tinggi di hasil penelusuran Google? Trafik tinggi? Konversi selangit? Adakah atau mana standardisasi 'defacto'-nya? Maaf, saya tidak tahu dan tidak punya jawabannya.
6. Efektifkah memberi lebih dari 2 pranala yang sama di satu konten?
Kadang dipajang hingga 3 buah teks 'anchor' yang sama dan/atau berbeda, tapi menuju ke suatu halaman Web yang sama persis. Bisa berupa pranala internal atau eksternal. Berpeluang mengecoh pengguna. Membuka halaman Web yang sudah dibuka atau bahkan yang sedang dibaca. Nyatanya Google hanya mengindeks pranala yang disebut paling awal saja.
Dani Iswara, [myfirstnamelastname]@gmail.com.

7 comments to "Pertanyaan untuk Tulisan SEO"

  1. Cahya

    Jadi SEO itu sebenarnya apa? :D

  2. rismaka

    Kira-kira sampai kapan tag <i> itu akan dipertahankan sebagai tag yang valid? Saya lebih suka menggunakan emphasis daripada italic untuk berjaga-jaga ke depannya.

    Mau tanya, apa penulisan seperti ini valid?
    <em lang="en">

  3. ardianzzzz

    Saya terlalu lama ngenet ya.. kayak lihat Georgia disini…
    Tetap saja SEO nomor dua, nomor satunya adalah optimasi aksesibilitas utuk manusia :)

  4. dani

    rismaka,
    sial, pertanyaannya sulit!

    Entah bagaimana dengan masa depan tag <i> ini. Saya pun ragu memakainya. Terlebih, achecker.ca sudah mengeliminasinya untuk doctype strict.

    Ya penulisan <em lang="en"> valid oleh W3C. Entah Validome–lenyap dari peredaran.

  5. dani

    ardianzzz,
    bawaan dari yang dot net. Teorinya sih, set huruf mestinya jangan terlalu banyak macamnya. :D

  6. rismaka

    Setahu saya W3C hanya mengenal atribut lang untuk bahasa-bahasa tertentu saja. Tapi bagaimana dengan bahasa jawa/sunda/daerah? Apakah penulisan <em lang="jw"> itu akan dikenali sebagai dokumen bahasa jawa?

  7. dani

    rismaka,
    jika ada basisdatanya untuk bahasa daerah–bukan sekadar pelokalan per negara–dan 'screen reader' bisa mengenalinya, mengapa tidak? :)