Pernyataan-Kebijakan Aksesibilitas Situs Web Universitas di Luar Negeri

Noted: Tuesday, July 6, 2010 at 11:42:54. Words count: 168.
Last updated: Tuesday, July 6, 2010 at 11:47:59.

Penelusuran via Google dengan kata kunci 1) "accessibility statement" university dan 2) "accessibility policy" university mengawali catatan tidak penting kali ini. Hasil penelusuran hanya dicatat 10 item teratas. Situs universitas dikenali dari ekstensi dot edu ('education') dan ac ('academic').

Untuk kata kunci pertama, menghasilkan daftar universitas berikut:

  1. University of Brighton.
  2. University of Oxford.
  3. Princeton University.
  4. University of East Anglia.
  5. University of Wales (ternyata isinya 'coming soon').
  6. University of Edinburgh.
  7. Brown University.
  8. University of Salford.
  9. Wright State University.
  10. Michigan State University.

Dari kesepuluh di atas, saya menyukai detail penyampaian pernyataan aksesibilitas Universitas Princeton.

Untuk kata kunci kedua, menghasilkan daftar universitas berikut:

  1. The Ohio State University.
  2. The University of Texas Health Science Center at San Antonio.
  3. The University of Texas at Austin.
  4. University of Wisconsin-Madison.
  5. The University of Texas at Tyler.
  6. Colorado State University.
  7. The University of North Carolina at Greensboro.
  8. The University of Texas System Administration.
  9. The University of Dundee.
  10. University of Malta.

Untuk kelompok kedua di atas, saya menyukai rincian kebijakan aksesibilitas Web Universitas Ohio.

Lainnya kebanyakan memakai pernyataan aksesibilitas Web teraman (Dani Iswara .com). Sudah adakah di Indonesia yang mencantumkan dan memakainya?

Dani Iswara, [myfirstnamelastname]@gmail.com.

4 comments to "Pernyataan-Kebijakan Aksesibilitas Situs Web Universitas di Luar Negeri"

  1. Cahya

    Tuh kan princeton.edu saja peranti lunak aksesibilitasnya menyarankan Opera, ndak ada tuh yang kenal Namoroka, he he :D

  2. dani

    Cahya,
    mungkin karena Opera (dan Safari) sudah mengintegrasikan fitur aksesibilitas Web–terutama ‘speech browser’ (di Windows)–dan fitur aksesibilitas lain ‘by default’. Sedangkan Firefox butuh ekstensi tambahan supaya lebih lengkap.

  3. aldy

    Tidak contoh dari Universitas di Indonesia karena memang universitas di Indonesia tidak membuat kebijakan aksesibilitas atau tidak memenuhi standar Bli ?
    Kalau tidak memenuhi standard sungguh disayangkan, katanya milik lembaga pendidikan, seharusnya mereka menjadi motor :(

  4. dani

    Pak Aldy,
    tulisan ini untuk mengimbangi aksesibilitas situs Web universitas di Indonesia (Dani Iswara .com).