Ngeblog tanpa Pamrih

Noted: Monday, August 16, 2010 at 04:07:20. Words count: 346.
Last updated: Monday, November 19, 2012 at 09:39:54.

Mas Kharisma Adi (rismaka.net) menulis tentang Blogger tanpa Pamrih. Pelbagai jenis pamrih dipaparkan.

  • Menulis untuk mendapatkan pengunjung.
  • Berkomentar agar dikunjungi balik.
  • Berkomentar panjang agar "terkenal".
  • Menyuruh orang berlangganan tulisan agar blognya populer.
  • Memotong RSS feed agar mendapat trafik pengunjung.
  • Bertukar Link untuk meningkatkan pagerank.
  • Pencantuman kredit hanya untuk mendapat backlink.

Kriteria narablog tanpa pamrih pun disebutkan rinci. Intinya ngeblog (menulis 'posting', komentar) tanpa mengharapkan kunjungan balik, trafik, dan tautan balik.

Saya tahu Mas Adi punya kebiasaan berkomentar di blog lain tanpa mencantumkan alamat blognya di kolom isian identitas pengomentar. Menurut saya, itu belum tentu termasuk niat berkomentar tanpa pamrih. Saya punya alasan memakai identitas asli saat 'blogwalking' (Dani Iswara .Net). Di tulisan itu saya menyebut dua alasan:

  • Bahwa itu benar saya. Jika ada fitur berlangganan komentar, saya sering memakainya. Dan saya mungkin akan kembali untuk diskusi selanjutnya.
  • Memudahkan kontak. Sebagai wujud tanggung jawab atas komentar yang saya tulis. Hubungi saya jika ada yang kurang berkenan.

Saya pernah mengumpulkan pendapat beberapa narablog dalam tulisan Tanda Blog Populer menurut Anda (Dani Iswara .Net). Komentar yang menarik datang dari Pak Aldy, ireng_ajah, Cahya Legawa, dan Pandu Truhandito. Komentar mereka sebagai konten tulisan tersebut. Silakan telusuri jika berminat.

Sok tidak ingin populer

Saya berusaha untuk tidak melakukan kegiatan promosi tertarget, terencana, terukur, sistematis, atau apapun istilahnya. Operasionalnya:

  • Tidak mendaftarkan blog ke direktori atau 'social bookmarking' tertentu. Di tiap akun jejaring sosial saya, alamat/URL blog biasanya tercantum. Itu sekadar pelengkap identitas. Bahwa itu benar akun saya.
  • Tidak promosi tulisan blog sendiri via jejaring sosial. Dulu saya pernah mencoba fitur itu di Facebook dan jejaring lainnya. Sekadar mencoba dan sudah lama tidak melakukan percobaan itu lagi.
  • Tidak menawarkan fitur langganan blog sendiri via pihak ketiga.
  • Tidak mengukur statistik blog tidak penting ini. Fitur statistik Google terpasang untuk bermain perkakas Nibbler.

Semuanya bukan untuk kepopuleran. Pun bukan untuk disebut tidak pamrih. Bukan pula untuk menyatakan diri putih. Karena, siapa tahu dalamnya hati seseorang. Blog ini akan tetap tidak penting bagi orang lain! :)

Saya bersyukur mendapat kesempatan belajar di Internet. Kembalikan ke komunitas Internet. Sederhana. Selesai.

Diperbarui sesuai tanggal di atas: Mas Adi-Rismaka.net meluruskan beberapa kalimat di atas. Silakan cek blog beliau. :)

Dani Iswara, [myfirstnamelastname]@gmail.com.

No comment to “Ngeblog tanpa Pamrih”

Sorry, comments are closed at this time. You may contact me if needed.