Categories
Arch Linux

Risiko Rolling Release

Diperbarui:

Tiap tindakan ada risikonya. Begitu pula dengan sistem pemutakhiran Linux Arch yang memakai model rolling release. Pasang/’install’ sekali, mutakhirkan kemudian secara bertahap. Kontrak sosial sebagai pengguna Linux umumnya menyebutkan risiko berikut ini. Mesinmu tanggung jawabmu. Kenali distro dan mesinmu, atau semuanya menjadi kacau balau.

Memang sudah disarankan, untuk pemutakhiran Linux Arch, selalu pakai perintah sudo pacman -Syu. Sinkronisasi ke ‘mirror’ termutakhir–bukan sekadar tercepat/terdekat. Lalu ‘upgrade’ dengan paket terkini. Jangan lupakan paket-paket yang terkait atau ‘dependency’-nya. Sangat tidak dianjurkan jika hanya melakukan pacman -Sy lalu pacman -S [paket-tertentu]. Kecuali pengguna yakin apa yang akan terjadi.

Dan itu menimpa Linux Arch saya. Maksud hati mencicil pemutakhiran dengan koneksi Internet merayap. Setelah start ulang, saat mengakses sistem X, pesan sejenis berikut muncul:
error while loading shared libraries: libssl.so.0.9.8: cannot open shared object file
atau
error while loading shared libraries: /usr/lib/libcrypto.so.1.0.0: file too short
Pesan galat ini muncul karena pemutakhiran paket openssl-1.0.0 yang harusnya diikuti oleh paket-paket lain dengan dependensi serupa. Padahal sistem sebelumnya masih memakai pustaka/’library’ dari paket openssl-0.9.8.

Meluncurlah ke Forum Linux Arch. Alternatif solusinya menurut saran Pierre, salah seorang pengembang desktop K, seperti di bawah ini. Sesuaikan dengan versi berkas openssl yang bermasalah.

  1. Lakukan ‘symlink’ sementara, sebagai ‘root’:
    ln -s /usr/lib/libssl.so.1.0.0 /usr/lib/libssl.so.0.9.8
    ln -s /usr/lib/libcrypto.so.1.0.0 /usr/lib/libcrypto.so.0.9.8
    ln -s /usr/lib/libssl.so.0.9.8 /usr/lib/libssl.so
    ln -s /usr/lib/libcrypto.so.0.9.8 /usr/lib/libcrypto.so
  2. Jalankan pacman -S libarchive libfetch pacman.
  3. Mutakhirkan kembali seluruh sistem dengan perintah pacman -Syu.

Jika belum berhasil, lakukan perbaikan pacman secara manual:

  1. Unduh paket libarchive (di google code) dan libfetch (di arsip netbsd).
  2. Ekstraksi ke direktori ‘/’ atau ‘root’.
  3. Jalankan perintah pacman -Sf libarchive libfetch.
  4. Mutakhirkan mesin dengan pacman -Syu.

Pesan moral tambahan dari saya:

  • Siapkan satu sistem operasi lain (semacam ‘dual boot’) yang dijaga tetap stabil.
  • Gunakan LiveCD/DVD untuk reparasi di lingkungan chroot.
  • Siapkan lingkungan desktop lain.
  • Masalah adalah bagian dari investasi.

5 replies on “Risiko Rolling Release”

Lama gak berkunjung kesini..
Saya juga punya pengalaman susahnya pke distro Rolling Release dan berakhir install ulang, karena udah gak bisa dipecahkan lagi masalahnya (sebatas kemampuan saya tentunya :D )

Akhirnya coba install lagi Arch yang versi 2010.05 sekalian nyicipin arsitektur x86_64..bisa dibayangkan mulai dari awal banget. tapi yang jelas tetep semangat!! :D

nearie,
ya begitulah. Di balik adem ayemnya milis dan forum lokal terkait archlinux, mungkin memang tidak banyak masalah dalam pemakaian. Atau setidaknya sudah tercantum di Wiki Arch. Bisa belajar sendiri. Tapi ya itu, karena keteledoran saya sebagai pengguna, kena deh risikonya. :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.