Menulis Blog tanpa Obsesi Eksis

Noted: Sunday, April 18, 2010 at 12:43:40. Words count: 191.
Last updated: Sunday, April 18, 2010 at 12:43:40.

Bagaimana mungkin? Bukankah dengan menyajikan blog di ruang publik akan otomatis membuatnya eksis? Seberapa eksis? Banyak tercantum di pelbagai direktori? Aktif di banyak media sosial? Rutin mengganti status mikroblog?

Saat menulis blog, biasanya ide datang dari pengalaman. Kapan saja, di mana saja. Tentu tidak semua peristiwa sehari-hari menjadi bahan blog. Narablog lain bisa saja memilih memuat kejadian sederhana sehari-hari. Semuanya bisa bermanfaat. Bukan berarti hanya tutorial komputer yang layak disajikan di blog.

Apa salahnya menulis peristiwa kecil yang bahkan tak terpikirkan orang lain, untuk bisa menjadi bahan blog? Apalagi tulisan jenis itu ternyata bisa mengundang terbentuknya komunitas dan pencitraan diri atau produk. Bahkan menguntungkan dari sisi komersial.

Bagi saya pribadi, ini salah satu media untuk melampiaskan sesuatu. Tidak harus penting bagi orang lain. Tidak harus rutin. Tidak mesti membalas setiap komentar. Tidak merasa harus melakukan kunjungan balik. Tidak disetor ke ‘social bookmarking.’ Tidak harus menempati urutan teratas di mesin telusur Internet. Ah, tulisan model ini sepertinya sudah banyak di Internet.

Saya kerap mendapat sesuatu dari Internet. Saya tuliskan di Internet. Kembalikan ke pengguna. Terima kasih yang sudah berbagi di dunia virtual tanpa batas ini.

Tulisan ini dibuat dengan peramban Links di GNU/Linux.

Dani Iswara, [myfirstnamelastname]@gmail.com.

10 comments to "Menulis Blog tanpa Obsesi Eksis"

  1. dani

    Susunan menu dasbor WordPress agak kurang logis urutannya. Agak membingungkan di awal pemakaian dengan Links.

  2. Aldy

    Karena setiap narablog memiliki tujuan yang berbeda bli Dani. Dari sekian banyak narablog yang saya jumpai justru menginginkan tetap eksis dengan men-submit keberbagai media sosial bahkan cenderung menggunakan cara-cara yang kurang patut.
    Bagi saya ngeblog hanya sebagai pembunuh waktu karena saya berpisah jauh dari keluarga dan saya melakukannnya dengan senang hati. Benteng sederhannya, dari pada saya tergoda dengan hal-hal yang kurang baik, ngeblog saya fikir bisa dijadikan “pelarian”.

  3. dani

    Pak Aldy,
    asal lari-larinya bikin sehat. Ada ngga ya kiat menjaga naluri eksis agar tetap sehat. Jangan sampai obsesif kompulsif. :)

  4. iskandaria

    Semua kembali pada tujuan/niat utama ngeblognya sih. Kalau dari awal sekadar menyalurkan hasrat menulis, ya tidak perlu pusing dengan obsesi trafik, eksistensi, SEO, pagerank, atau sekadar relasi.

    Perkara menuliskan pengalaman sehari-hari, jika diniatkan untuk berbagi sesuatu yang berarti buat pembaca, ya alangkah lebih baik dipilih pengalaman yang memang sekiranya bermanfaat jika dibagikan. Bukan sekadar curhat ngalor-ngidul nggak penting :) Semua kembali pada niat utama dan misi jangka panjang blog yang dibuat.

    Lain soal kalau blog dibuat sekadar untuk diary tanpa bermaksud berbagi manfaat atau berbagi inspirasi.

  5. dani

    iskandaria,
    karena tiap pribadi itu unik, saya yakin pasti ada sesuatu di balik tiap tulisan yang mungkin kita anggap remeh. :)

  6. ardianzzz

    subyektif saya,
    Karena di dalam blog pribadi kita bisa bebas berekspresi. Kalau saya pribadi, melakukan update kode CSS & HTML jauh lebih sering daripada update konten ? mungkin kedepannya tidak ? karena saya memang hobi dalam hal tersebut dan menjadikan blog pribadi sebagai ajang uji coba.
    Tetapi dalam perkembangannya, saya mulai bisa lebih konsisten ngeblog, terutama pada konten yang ingin saya bagikan.
    Saat ini saya memiliki pandangan bahwa eksistensi dalam seorang Blogger terlihat dari apa yang terdapat dalam blognya. Baik itu dari sisi konten maupun desain.

  7. dani

    ardianzzz,
    kalau yang hobi ngedit templat kayak Mas Ardian memang harus rajin berbagi. :D Sayang kalau disimpen sendiri. Karena tidak semua pengguna punya bakat dan kesempatan nyebur ke dalam kode. Apalagi jika itu terkait urusan dapur pengelolanya. :)

  8. Harry

    Kalau saya koq selalu merasa aneh saat menulis disini ya ? nge-blog untuk berbagi padahal tidak punya sesuatu untuk dibagi-bagikan.
    Tapi masalah ingin eksis di dunia maya,… ya mudah-mudahan Rayimas. :( Karena pagi saya juga tidak tahu apa masih bisa berkunjung ke dunia internet ini atau tidak.

  9. dani

    Pakdhe Harry,
    tanpa sengaja, karena kondisi desktop yang sedang reparasi, saya harus memakai peramban berbasis teks. Hasilnya, beberapa masalah aksesibilitas terasa (termasuk beberapa blog yang susah dikomentari via peramban berbasis teks dan kursor yang terjebak) :D . Nanggung, mumpung Senin tiba. Berempati tanpa harus eksis. :)

  10. Aldy

    Bli Dani,
    Justru kiat itu yang mau saya tanyakan ke bli Dani ;)
    Jangan sampai terjadi “obsesif kompulsif” deh bli.