Komentar Blog in Trekking

Noted: Friday, April 2, 2010 at 16:52:37. Words count: 613.
Last updated: Monday, April 5, 2010 at 23:06:25.

Tulisan ini awalnya termuat di Dani Iswara .Net. sebelum kejadian kerusakan ‘server’. Beberapa tulisan terakhir lenyap sebelum masa ‘backup’ rutin berlangsung. Kini, ditulis ulang di blog tidak penting ini.

Saat ‘trekking’ seputar topik komentar blog di Google, saya mencatat beberapa poin menarik. Baik yang pro dan kontra. Penelusuran hanya dilakukan di 3 halaman pertama hasil penelusuran Google.

Topik tersebut antara lain:

Semua narablog mengharapkan ada komentar di blognya?

Jawaban saya: tidak!
Benar, ada kebutuhan interaksi sosial antar pengguna. Seperti halnya di dunia nyata. Ada juga yang sengaja membuat situasi sedemikian rupa demi memperoleh banyak komentar. Pemanis statistik. Terlebih bagi blog dengan target bisnis tertentu atau bersifat komersial. Atau demi kepuasan semata. Misalnya, membuat kontes, lomba, memberi penghargaan tertentu, menerapkan ‘do-follow’ atau menghapus elemen rel="nofollow" di pranala pengomentar, dan sebagainya. Jangan sampai terlalu obsesif dengan jumlah komentar. :)

Blog tanpa komentar bagai blog yang mati suri? Bak sayur tanpa garam? Kembali ke era corong satu arah, Web 1.0?

Komentar menyerupai spam

Komentar senada spam yang berupa sapaan singkat, di luar topik, satu baris, dan sejenisnya pun mendapat porsi tersendiri di kalangan narablog. Ada yang meloloskannya, ada pula yang menyaringnya. Ada yang menanggapinya, ada pula yang mengabaikannya. Tiap pengomentar bisa dianggap memiliki prospek, berpeluang sebagai pelanggan blog, pembeli produk atau pengguna layanan bisnisnya. Pokoknya, tidak mau rugi? Sebagian menganggap komentar asal lewat terkesan tidak menghargai tulisan yang sudah dibuat. Yang lain, menerimanya sebagai hiburan semata. “Komen ngga komen, tetep ngeblog!” :)

Langganan komentar blog?

Saya ambil dari blognya Cahya Legawa. Tentang Mengelola Langganan Komentar Blog. Sedikit yang mengupas seputar hal ini. Kebanyakan hanya fokus pada cara-cara meningkatkan jumlah komentar. Jika benar-benar kembali pada kebutuhan interaksi sosial, mestinya diskusi antar pengomentar difasilitasi dengan kemudahan mengikuti tanggapan baru di suatu topik. Ada fitur langganan komentar via surat elektronik atau surel yang bisa dimanfaatkan.

Ada maksud di balik komentar?

Di 3 halaman awal hasil penelusuran, ada tulisan Mbak Nunik yang berjudul 7 kenyataan tentang komentar, akuilah. Tiap tindakan dan keputusan tentu ada alasan dan konsep tersendiri. Sah saja untuk menerapkannya sesuai etika dan target tiap pengelola blog.

Saya lengkapi dengan tulisan sebelumnya di Dani Iswara .Net dengan topik serupa:

Dani Iswara, [myfirstnamelastname]@gmail.com.

unessential side.

3 useful responses to "Komentar Blog in Trekking"

  1. Cahya

    Ha ha…, ada udang di balik komentar, maju terus pantang kunjung*n bal*k :D

  2. iskandaria

    Wah, ternyata masih ada lubang/celah di tulisan ini. Numpang ngisi ya bli kalo gitu :) Ada beberapa tulisan yang belum saya baca pada list di atas. Kabur dulu ah..

  3. dani

    iskandaria,
    Sial, koneksi putus tadi! Lagi coba-coba pengaturan di dasbor.

Leave your response if it really needed


All XHTML markups will be held for moderation. Use semantic markups. Keep on topic, please. You may help accessibility movement with your comments.