Memahami Promosi Aksesibilitas Web

Noted: Friday, June 18, 2010 at 11:45:18. Words count: 331.
Last updated: Saturday, June 19, 2010 at 05:32:08.

Di buku 'Web Accessibility: Web Standards and Regulatory Compliance', Bab I-nya berjudul 'Understanding Web Accessibility'. Bab ini ditulis oleh Shawn Lawton Henry (profilnya di situs konsorsium WWW). Salah satu bagiannya memiliki subjudul 'Call to action'.

Kemudahan akses itu manusiawi

Ditegaskan bahwa kebanyakan orang sebenarnya mengalami situasi disabilitas dalam kehidupan sehari-harinya. Baik temporer maupun permanen. Sebagian orang lahir dengan disabilitas. Lainnya mendapat disabilitas karena kecelakaan, sakit, penyakit, atau penuaan. Intinya, jika anda belum mengalaminya saat ini, suatu ketika bisa saja itu terjadi pada diri anda. Aksesibilitas sejatinya akan bermanfaat bagi orang banyak.

Terlibat di dalamnya

Disebutkan pula, bagi banyak orang, untuk memahami bahwa aksesibilitas adalah sesuatu yang benar untuk dilakukan, cukup dengan motivasi. Melibatkan penyandang disabilitas dalam proses pengembangan (aplikasi) Web, mengetahui langsung kondisi inaksesibel itu seperti bagaimana, akan menambah semangat memahami aksesibilitas. Apalagi sampai memahami ketidaksetaraan sosial yang timbul akibat dari situs yang tidak mudah diakses. Ingin menjadi bagian dalam gerakan aksesibilitas Web? Sebarkan sikap positif tentang aksesibilitas.

You don’t have to be directly involved in web development to help make the Web more accessible. Anyone can contribute by communicating to others the importance and benefits of web accessibility.

Dianjurkan untuk memakai pendekatan positif dalam mempromosikan atau mendorong perwujudan aksesibilitas Web. Anggaplah suatu organisasi atau pengelola situs yang tidak aksesibel memang belum memahami manfaat kemudahan akses suatu Web. Daripada menganggap mereka dengan sengaja mengabaikan kondisi disabilitas. Edukasi dan pendekatan kooperatif, bukan sekadar kritik.

Apresiasi

Dulu saya pernah mengumpulkan daftar situs Web berdasarkan kondisi valid XHTML, CSS, dan aksesibilitasnya. Beberapa diantaranya masih mempertahankan status itu hingga kini. Ada juga yang mengucapkan terima kasih atas apresiasi itu. Jadi, menurut buku itu, menyampaikan apresiasi dan penghargaan pada situs yang aksesibel juga dianjurkan. Mereka akan sangat menghargai bahwa upayanya membuat kondisi situs sedemikian rupa ternyata memang bermanfaat. Bukan hanya mengirim surat elektronik (surel) saat menemukan kondisi tidak aksesibel (Dani Iswara .com), tapi sampaikan juga jika memang situs Web organisasi atau pribadi itu benar-benar aksesibel.

Selamat menghargai aksesibilitas Web. :)

Dani Iswara, [myfirstnamelastname]@gmail.com.

2 comments to "Memahami Promosi Aksesibilitas Web"

  1. iskandaria

    Yang jelas, saya sangat menghargai dan memberi apresiasi pada blog ini yang sudah mengedepankan aksesibilitas dan usability. Mungkin baru blog ini (dan blog di dot net) yang menjadi pelopor untuk blog berbahasa Indonesia, khususnya yang secara konsisten menulis tentang 2 poin tersebut :)

  2. dani

    Iskandaria,
    sebenarnya banyak blog senior yang menulis tentang ini. Hanya saja sudah banyak pula yang tidak aktif.