Kategori
Art Watercolor

Pemula Cat Air

Diperbarui 19 April 2022 oleh Dani Iswara

Awalnya coba-coba…terus lama-kelamaan ketagihan…
Lupakan berbakat atau tidak. Perbanyak baca, lihat, tiru, coba, bersyukur, dan ulangi lagi dari awal.

Cat air ternyata salah satu seni rupa yang termasuk sulit. Padahal saya hanya membayangkan bahwa merawat dan mencuci kuasnya itu lebih gampang dibanding cat akrilik apalagi cat minyak.

Untuk pelukis pemula cat air, saya merekomendasikan cara berikut ini untuk belajar watercolor:

  1. Siapkan kertas, cat, dan kuas yang sesuai.

Mending pilih yang kualitasnya lebih baik semampu kita. Kertas 300gsm (140lb) cold press merek apapun sudah memadai. Kuas sapu jagat tipe round ukuran 6-8 untuk media kertas seukuran A5 sudah cukup. Cat air student grade minimal selevel Cotman dari Winsor & Newton, Van Gogh dari Royal Talens, dan Akademie dari Schmincke sudah lumayan baik. Ada harga ada rupa. Kalau bisa, sekalian pakai cat air yang level artis seperti Daniel Smith, Winsor & Newton Professional, Rembrandt dari Royal Talens, Schmincke Horadam, dan Holbein Artists Watercolor (HWC). Tiga merek terakhir lebih berkarakter opak dalam pilihan setnya. Katanya lebih cocok untuk penyuka objek botanical semacam lukisan tanaman yang realistis. Silakan baca Belajar Melukis Cat Air (1) di Dani Iswara .com.

  1. Mulai dari yang paling sederhana.

Sudah punya kertas, cat, dan kuas? Tiap orang pasti punya sisi kreatifnya masing-masing. Bahkan sejak dari anak-anak! Minimal waktu kecil pernah corat-coret kan?! Bahkan yang merasa tidak bisa menggambar sekalipun. Oles saja warnanya ke kertas. Tanpa berharap terbentuk sesuatu objek. Tanpa tekanan apa pun. Goresan abstrak campuran cat air yang berpendar, boleh ditambah semprotan spray air, miringkan kertas ke berbagai arah, biarkan bebas mengalir dan menyebar. Ini dipakai dasar watercolor untuk healing.

Goreskan macam-macam warna yang kita punya di set palet isi 12 warna atau lebih, gradasi campuran 1-2 warna yang ada, atau koleksi campuran dari potensi 12 warna yang kita punya. Coba tiap goresan warna dengan kuas berbeda hingga berujung belajar brush stroke.

Mau lanjut? Coba membentuk objek sederhana seperti rumput, daun, bambu, semangka, anggur, kaktus, tulip, mawar, langit, awan, padang rumput, dan sebagainya. Mulai dengan warna yang setransparan mungkin. Setelah kering, tumpuk dengan objek yang sama atau berbeda, di lokasi berbeda, komposisi berlainan, dengan warna yang lebih pekat. Karya yang pertama mungkin bukan masterpiece, ya wajar kan…

  1. Biarkan mengalir.

Terdengar seperti iklan. Tetapi cat dengan medium air ini kadang memang perlu dibebaskan menyebar apa adanya. Justru kata para seniman, di sinilah keunikan cat air, selain transparansinya. Untuk pemula, disarankan jangan terlalu mengontrol medium air. Kenali karakter cat, kertas, kuas, dan gaya lukis kita masing-masing.

  1. Nikmati prosesnya.

Sabar menunggu lapisan warna pertama kering? Interaksi tiap pigmen cat, jumlah air yang terserap di kuas, dan kualitas kertas masih sering mengagetkan? Sering muncul goresan kuas tak terduga di luar rencana atau skenario? Campuran cat jadi tersebar di luar kendali? Bagaimana mengoreksinya?

Cat air memang kadang tak terduga. Sepertinya lebih mudah untuk bertahan di satu merek cat air sampai paham karakteristik tiap pigmen cat. Makanya saya pilih alat dan bahan yang artist grade karena proses belajar saya sepertinya akan lama…maklum lah pemula. Kalau hasilnya belum “bagus”, minimal variabel alat dan bahan sudah tereliminasi…he he he…

Saat melukis dengan cat air, hasil campuran dan transparansi warnanya setelah kering kadang membuat saya terkagum sendiri. Hasil lukisannya sih masih jauh dari acceptable, tapi minimal ada kepuasan melihat transparansinya. Bagaimana kualitas terang gelap pigmen cat setelah bercampur air, bercampur pigmen cat lain, menjadi lebih samar setelah mengering di kertas, lalu melapisinya lagi kalau perlu.

  1. Terencana.

Beberapa pelukis cat air sudah (terbiasa) menentukan di mana area putihnya kertas akan dibiarkan polos tanpa polesan pigmen warna. Lainnya akan menambahkan dengan cat atau pigmen putih opak untuk efek cahaya tertentu saat sentuhan akhir. Terang gelapnya objek sudah dipikirkan. Kecepatan goresan kuas saat cat masih basah kadang dibutuhkan. Detailnya akan di bagian mana pun, sudah ada di otak seni mereka. Jam terbang akan sangat membantu spontanitas saat melukis.

Rasa penasaran akan keunikan cat airlah yang sering membuat saya terus belajar. Belajar dari banyak kesalahan dan pengalaman. Bagian dari proses. A watercolor journey.

Para artis atau seniman profesional sudah terbiasa dan terlatih menyelami tahap observasi objek, memori komposisi bentuk, gradasi warna, goresan kuas, menggabungkan cita dan rasa, dan sebagainya. Kita kan mungkin tidak tahu bagaimana proses itu terjadi hingga seseorang menjadi pelukis andal. Yang kita lihat kebanyakan di media sosial hanya karya final mereka yang sudah terasah lama.

Ayo belajar melukis lagi… :)

Dari setumpuk kertas yang terisi bolak-balik itu hanya beberapa hasil lukisan cat air yang terasa ada sesuatunya…namanya juga proses…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.