Categories
GNU/Linux openSUSE

Pindah ke openSUSE Tumbleweed

Setelah kurang lebih 3 bulan memakai Linux Void (Dani Iswara .com), saya distro jumping lagi. Variabelnya tetap laptop lawas, x86/32-bit, rolling release, pakai MATE/Xfce atau yang lebih ringan. Dan semoga LibreOffice-nya terintegrasi baik dengan Java. Terutama untuk kebutuhan integrasi dengan pengaya Zotero dan basisdata ringan. Pilihan jatuh ke openSUSE Tumbleweed 32-bit. Cinta lama bersemi kembali. Zaman pertama pakai Linux itu bergilir sekitar Fedora Core (sekarang Fedora), openSUSE, Debian, dan Ubuntu.

LibreOffice (LO) di Void dan Java (berimbas ke Zotero) agak kurang rukun. Mungkin saya yang belum menemukan solusinya. Padahal LO dan Java sudah sama-sama 32-bit. LO terinstal dari repositori resmi Void. Java bongkar pasang yang repo resmi dan dari Oracle. Java gagal dimuat di LO. Ikon Zotero muncul di LO tapi tidak ada respon ketika diklik. Integrasi Zotero gagal di LO. Lumayan, jadi ada alasan untuk pindah distro (Dani Iswara .com).

Coba dulu. Unduh liveUSB Tumbleweed 32-bit. WiFi ternyata aman. Lanjut unduh versi instal Tumbleweed. Instal pakai antarmuka grafis (GUI). Pemakaian partisi pilih cara manual karena partisi DATA di Windows malah masuk proposal partisi openSUSE. Mungkin karena ukurannya yang lumayan lega. Desktop pilih Xfce supaya ringan. Di Void kemarin sudah coba dengan MATE. Instalasi lancar jaya.

openSUSE Tumbleweed with Dani iswara

Per tanggal 24 Maret 2020, versi terakhir yang terinstal:

  • openSUSE versi 5.5.9-1-pae (kernel 5.5.11 stabil terakhir),
  • Mozilla Firefox versi 74.0 (sama dengan yang terbaru),
  • LibreOffice 6.4.2.2 (versi 6.4.2 yang fresh branch; 6.3.5 yang stabil),
  • GIMP 2.10.18 (sesuai versi terbaru),
  • VLC 3.0.8 Vetinari (versi terakhir),
  • Inkscape 0.92.4 (sudah versi terkini).

Tadi siang situs dokumentasi, Wiki, dan forum resmi openSUSE sedang ada gangguan. Malam ini sudah bisa diakses kembali. Situs Komunitas openSUSE Indonesia masih aktif.

openSUSE punya 2 versi rilis. Leap dan Tumbleweed. Leap yang lebih stabil. Memadukan kode sumber SUSE Linux Enterprise (SLE) versi korporasi dan komunitas. Leap diset punya rilis minor. Penggunanya diharapkan memperbarui dalam 6 bulan berikutnya. Siklus hidupnya 18 bulan untuk pemeliharaan dan pembaruan keamanan per rilis minor. Versi Leap 15 akan memperoleh pembaruan pemeliharaan dan keamanan selama 36 bulan.

Tumbleweed memakai Proyek Factory, yang dikenal sebagai pengembangan internal distro openSUSE. Proyek ini digunakan sebagai basis kode pengembangan bergulir untuk openSUSE Tumbleweed. Sebenarnya repo Factory tidak dijamin sepenuhnya stabil. Pengujian otomatis dilakukan via openQA. Setelah selesai dan repo dianggap konsisten, repo sinkronisasi ke mirror unduhan, jadilah Tumbleweed. Pemutakhiran bisa terjadi 2-3 kali seminggu.

Berapa lama saya bertahan di openSUSE? Colek veteran openSUSE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.