Kategori
Web Usability

Judul Dokumen Web Anda Sulit Disimpan

Diperbarui:

Saat menemukan kesulitan menyimpan beberapa judul halaman atau dokumen Web ke media penyimpanan, bacaan lama Aksesibilitas Karakter Pemisah Judul Tulisan Blog (Dani Iswara .Net) kembali saya baca.

Beberapa kesulitan yang terjadi saat melakukan ritual ctrl + s antara lain:

  • Judul atau nama halaman/dokumen/berkas Web yang tidak unik sehingga harus mengetik manual nama/judul berkas.
  • Pemakaian karakter yang berlebihan seperti tanda baca titik dua (:), bar vertikal (|), tanda seru (!), dan tanda tanya (?) menyebabkan dokumen sulit disimpan.

Poin terakhir umumnya terjadi saat menyimpan ke partisi media berformat FAT32 ala Windows. Ya saya masih memakai format tersebut di Linux untuk tujuan berbagi data & kemudahan baca tulis jika suatu ketika berniat memasang sistem operasi Windows lagi. Pun kebanyakan media penyimpanan seperti ‘USB flashdisk’ & ‘harddisk’ eksternal yang saya pakai, terkoneksi ke sistem operasi Windows milik rekan atau hanya itu yang tersedia di kafe Internet & layanan publik.

Untungnya, beberapa format sistem operasi modern saat ini mampu menghapus otomatis karakter tersebut atau memilih nama berkas yang lebih sederhana. Tidak lagi repot untuk mengetik ulang tiap nama berkas yang akan disimpan.

19 tanggapan untuk “Judul Dokumen Web Anda Sulit Disimpan”

Pengalaman saya sih, karakter spesial pada judul otomatis di’remove’ saat akan disimpan sebagai berkas. Mengenai

Judul atau nama halaman/dokumen/berkas Web yang tidak unik sehingga harus mengetik manual nama/judul berkas.

Saya kurang mengerti. Tidak unik di situ maksudnya seperti apa ya?

Cahya,
Dokumen formal (misal jurnal format html & pdf) biasanya justru banyak berisi titik dua.

Iskandaria,
Penghapusan otomatis karakter tersebut kadang membuat susunan judul berpeluang menjadi kurang logis.

Judul tidak unik itu biasanya karena elemen/tag title tidak dioptimalkan menyesuaikan dengan judul per halaman/dokumen.

archit3x,
Tidak bisanya bagaimana ya maksudnya?

Jeprie,
Skenarionya: saya harus me-‘rename’ atau menghapus karakter tersebut dari nama judul berkas yang di-ctrl+s saat menyimpan ke partisi berformat FAT32 dengan mesin Linux saya. Karakter tersebut umumnya terhapus otomatis saat menyimpan ke partisi Linux seperti ext3, ext4, reiserfs.

Mas Dani,
dulu saya lebih suka menyimpan sebagai ‘single file’ (.mht) dengan peramban Opera. Ya, menurut saya lebih praktis saja. :D
Apakah yang saya lakukan itu juga berpengaruh dalam sulit atau tidaknya penyimpanan halaman web? Soalnya tidak pernah memperhatikannya.

agung,
Di Peramban Web Firefox saya memakai ekstensi Mozilla Archives Format yang mengompresi berkas (X)HTML menjadi tunggal. Berkas akan berekstensi .maff atau .mhtml (.mht). Kesulitan menyimpan yang sama pun masih saya alami.

wah Bli Dani sibuk belakangan ini :D.

Oh ya, apa bentuk pengarsipan dari web memang sebaiknya disimpan dalam bentuk .mht atau .html? Apa tidak bisa dalam format lainnya, sedemikian hingga judul yang berisi elemen “unik” ini tetap begitu?

Cahya,
Mengenai penyimpanan berkas Web, tergantung kebutuhan pengguna. Apakah lebih menyukai berkas tunggal terkompresi ala .mhtml atau .maff (pastikan peramban lain mampu membaca ekstensi terkompresi), klasik html+folder, atau sekalian pdf atau versi cetaknya saja.

Bli Dani,
Saya memilih bookmarking (e.g. via tumblr, wp – lebih mudah di bagian archiving) tentu saja karena tidak punya kebiasaan membaca luring seperti Bli Dani.

Jika saya perlu membaca luring, biasanya saya salin tempel saja. Toh yang dicari isinya, dan dengan ini malah cenderung mengabaikan judul dan elemen judul itu sendiri. Yah, kebiasaan saja sih.

Bli Dani,

Kalau konten jurnal dan tautannya kan akan langsung masuk saat salin tempel, ya ndak sih? (Pengalaman saya begitu, kecuali pas nempelnya semua bentuk HTML dihilangan).

Tapi yang biasanya tidak tersimpan adalah pranala navigasi.

rauff,
Contoh: coba simpan halaman Flickr yang di title-nya ada judul Flickr: Your Photostream ke partisi FAT16 atau FAT32. Bandingkan dengan menyimpannya ke partisi natif Linux seperti reiser, ext3, ext4.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.