Tinjauan Blog Cahya.Legawa.com

Noted: Thursday, August 12, 2010 at 01:10:02. Words count: 471.
Last updated: Thursday, August 12, 2010 at 01:16:18.

Blog Manvahana (yang artinya the field of thoughts) dikelola oleh Cahya Legawa, narablog asal Bali. Berstatus mahasiswa tingkat akhir pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Cahya juga mengelola setidaknya 2 blog lain di luar domain legawa.com.

Syarat tinjauan manual plus evaluasi semiotomatis (Dani Iswara .com):

  1. setidaknya halaman depan dan beberapa halaman acak lainnya valid (X)HTML versi W3C atau memiliki pesan kesalahan sejumlah maksimal 20 buah.
  2. tema/'theme' sudah cukup dikustomisasi.
  3. lolos tes kontras warna berdasarkan WCAG 2.0 level AA.
  4. konten blog tidak melanggar etika.

Tinjauan hanya menilai dari sisi peramban Web desktop.

Dari sisi visual, tampilan tema Hybrid yang digunakan sebenarnya masih kurang kustomisasinya. Tapi kali ini dispensasi diberikan karena ketidaktegaan saya…hi hi hi…

Tampilan visual tanpa gambar

Skrip odiogo.com, mybloglog.com, dan wordpress.com dinonaktifkan. Penilaian unsur grafis memang diabaikan karena keterbatasan saya.

Laman blog Cahya.Legawa.com

Gambar 1. Tampak tema/'theme' Hybrid saat tampilan gambar dinonaktifkan. Masih belum jauh berbeda dengan tema aslinya.

Blognya Cahya bermesin WordPress. Mengambil bagian di domain legawa.com. Mungkin karena itu, 'favicon' belum unik. Masih memakai yang sama persis dengan blog Catatan.Legawa.com.

Resolusi layar 1024 piksel dipakai sebagai ukuran optimal tema desain blog ini. Sehingga saya harus me-'maximize' jendela peramban Web Firefox. Jika tidak, menggulung horizontal akibatnya.

Tidak tampak kotak pencarian.
Jarak antara elemen judul, teks konten, dan meta data kurang serasi.

Hampir semua atribut title masih duplikatif dengan teks 'anchor'. Terdengar kurang aksesibel/nyaman bagi pengguna pembaca layar komputer/'screen reader'. Silakan baca Web Accessibility & Title Attribute of WordPress Blog (Dani Iswara .com). Di WordPress, redundansi ini bisa diatasi dengan 'plugin'. Lumayan mengurangi beberapa baris markah yang mubazir.

Walau di halaman depan hanya ditampilkan satu tulisan, saya berharap ada lebih dari satu tulisan per halaman. Terutama saat menelusuri arsip/halaman via navigasi (tulisan/halaman) 'previous'/'next'. Di WordPress sepertinya ada 'plugin' untuk itu.

Di bagian isian komentar, kolom identitas pengomentar & textarea tampak terlalu lebar. Lalu posisi tombol 'submit' terlalu dekat dengan navigasi 'previous post'.

Halaman 404 hanya menampilkan kotak pencarian. Masih berpeluang dibuat lebih berguna lagi.

Struktur & semantik XHTML

Menurut saya, deklarasi XML di baris paling atas kode sumber tidak perlu. Silakan baca Latah Memakai Deklarasi XML (Dani Iswara .com). Menyajikan dokumen Web hanya sebagai text/html di 'doctype' XHTML 1.0 tidak butuh deklarasi XML. Kecuali menampilkan fitur tambahan seperti SVG & MathML yang disajikan sebagai application/xhtml+xml. Status html, xhtml+xml, atau xml ini bisa diperiksa saat melakukan validasi (X)HTML. Atau cek status respons 'header' via fitur peramban Web. Coba juga simpan halaman Web dengan peramban Web bermesin Presto (Opera), WebKit (Safari, Google Chrome), dan Gecko (Firefox, Flock). Lalu cek ekstensinya.

Di 'single post', misalnya tulisan Sanctuary Behind One’s Soul, struktur h2 terlewati. Sehingga alur konten terkesan kurang logis. Terutama bagi pengguna pembaca layar komputer.

Elemen textarea pada 'recaptcha' melupakan tag label. Menjadikannya kurang aksesibel.

Dani Iswara, [myfirstnamelastname]@gmail.com.

11 comments to "Tinjauan Blog Cahya.Legawa.com"

  1. aldy

    Bli Dani,
    Themenya masih murni hybrid versi 0.8? dan sepertinya belum menggunakan child theme.
    Banyak duplikasi si title dan anchor text mungkin memang bawaan framework-nya, dulu di aldymy.name saya pernah menggunakannya dan pernah dikomentari oleh bli Dani adanya duplikasi title dan anchor text, selain itu perawatannya lumayan menyita waktu dana banyak meninggalkan sampah didata base, itulah kenapa saya meninggalkan menggunakannya.

    Maaf Bli,
    Jika saya buka blog ini dirumah, ada pesan error XML parsing yang saya dapatkan dan halaman tidak terbuka, tetapi koneksi kantor justru tidak ada masalah. Kenapa ya?

  2. dani

    Pak Aldy,
    Mengenai pesan galat XML, kecuali saya salah tulis markah XHTML, memang risiko memakai berkas XSLT. Sayapun sering mengalaminya jika respons server dan/atau koneksi Internet lambat.

    Satu lagi, WebKit memang belum bisa membaca berkas XSLT blog ini. Apalagi jika diblok oleh ekstensi tertentu. Some Web browsers can’t read my XSL yet (Dani Iswara .com).

  3. Cahya

    He he, oh ternyata masuk juga ya ke sini :).

    Sisi visual, kadang ingin menampilkan blog yang didesain dengan photoshop dengan grafis yang indah. Apa daya memang tidak berbakat.

    Katanya satu desain grafis yang unik, lengkap dengan maintenance selama beberapa tahunnya bernilai di atas Rp 500.000,-. Maka dari itu niat memiliki blog dengan desain grafis unik diurungkan dulu.

    Favicon seperti ‘panji’ sebuah proyek, jadi karena sama-sama bagian dari winter project, logo-nya masih sama. He he, belum pernah lihat kan kalau yang menggunakan logo beda (memang belum dibuat sih).

    Ah ya, saya lupa ada orang yang suka membaca pada customized window dibandingkan layar penuh/maksimal. Kalau di peramban komputer, mungkin ini kelemahannya, kalau jika jendela dikecilkan, lebarnya akan terpotong. Tapi jika di peramban ponsel (nokia s60.3 browser, opera mini 5, opera mobile 10) tidak masalah karena ada kompresi server.

    Yup, banyak elemen title juga. Hmm…, hmm…, saya belum menengoknya dengan fang reader, tapi berkas .mp3 dari Odiogo terdengar bagus kok. Karena saya tidak ahli dalam membuat agar struktur halaman terbaca dengan baik oleh screen reader, maka saya memasukkan Odiogo sebagai penggantinya, tinggal subscribe via Odiogo untuk konten lisan dan via Feedburner untuk konten tulisan. Jadi awalnya, daripada saya pusing dengan screen reader mengapa tidak memasang Odiogo saja sekalian?

    Halaman depan dengan konten tunggal? Hmm…, lagi-lagi kembali ke konsep awalnya, karena blog ini tidak didesain untuk diikuti, jadi berapa banyak tulisan yang perlu di halaman muka? Mungkin satu adalah jawaban yang saya temukan saat itu.
    Memang agak timpang di bagian navigasi… (fiuh…, banyak amat, besok dilanjutkan lagi ya).

  4. dani

    Cahya,
    Halaman depan boleh saja menampilkan hanya satu tulisan. Tapi lebih dari itu saat ditelusuri berdasarkan, misal, arsip bulanan/per kategori/tag.

  5. Cahya

    Oh, kalau di halaman arsip bisa ditelusuri per bulan, kalau di peta situs bisa per kategori, tapi lupa bisa lihat lebih dari satu halaman atau tidak.

  6. rismaka

    Lho, kotak komentarnya dibuka lagi wkwkwkwkwk

  7. dani

    rismaka,
    Menanti percobaan berikutnya. Ternyata benar sulit saat sistem komentar mau dibuka kembali!

  8. rismaka

    dani,
    Maksudnya sulit di bagian yang mana ya? Dari segi blog atau feedback dari pembaca?

  9. dani

    rismaka,
    Arrgh, cek tulisan terbaru saja.

  10. Redesign Manvahana – Bhyllabus

    […] the old Manvahana’s design, you can read a review about it here – by Dani […]

  11. Wikiapbn

    Spam filter di catatan.legawa.com itu kenapa ya? Saya dua kali posting normal kok direspon dengan pesan “spam deleted.”