Categories
Web Accessibility Web Standards

Tag (X)HTML di Kolom Komentar WordPress

Diperbarui:

Penggunaan tag (X)HTML yang konsisten di kolom komentar WordPress bisa menjadi penting dan tidak penting. Pertanyaan berikut dapat dijadikan awal pemikiran:

  • Apakah pengelola situs Web berencana mengganti doctype, misalnya dari XHTML 1.0 ‘Transitional’ ke HTML5?
  • Apakah pengelola situs Web berencana menarget pengguna pembaca layar komputer? Dalam bahasa yang berbeda, apakah pengelola ingin memberi makna semantik pada konten Webnya?

Penulisan markah (X)HTML yang semantik, bukan sekadar efek visual, akan mempermudah pemeliharaan situs oleh pengembang dan desainer Web yang berbeda. Bukan hanya itu, karena akan ramah pula digunakan oleh pembaca layar komputer.

Kembali ke kolom komentar WordPress. Biasanya kita melihat deret berikut

XHTML: Anda dapat memakai tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Yang ditandai warna merah dan tercetak miring, yaitu:

  • atribut title di tautan kurang aksesibel karena ketergantungannya terhadap tetikus.
  • tag acronym, dinyatakan usang/’deprecated’ di HTML5 karena tidak bermakna semantik. Dianjurkan memakai tag abbr.
  • tag b (‘bold’) dan i (‘italic’), dinyatakan sekadar presentasional dan tidak bermakna semantik di XHTML 1.1, tapi didefinisikan ulang di HTML5.
  • tag strike tidak dipakai lagi di XHTML 1.1 dan HTML5. Fungsinya digantikan oleh tag del.
  • tag q, untuk kuotasi satu baris atau kalimat pendek, sedang dipertimbangkan untuk tidak digunakan lagi di HTML5 karena tag tersebut dinyatakan jarang dipakai penyaji konten Web! Ini menimbulkan debat. Satu lagi kontroversi HTML5. Apakah tag semantik lain yang jarang diketahui dan digunakan oleh banyak penyaji akan dihapus juga di HTML5?

Beberapa tag (X)HTML yang tidak ingin digunakan bisa diatur dengan mengedit berkas kses.php (Dani Iswara .com). Hati-hati menyuntingnya. Buat salinannya dulu.

Ini juga yang membuat saya memoderasi beberapa komentar.

Bacaan:

7 replies on “Tag (X)HTML di Kolom Komentar WordPress”

I would to ask something, is tag del necessarily to viable on comment system? I know somehow it could be essential for a content, but for a comment?

wah, halamannya kelebaran, mesti sliding kanan kiri :P

Saya belum pernah menggunakan tag tersebut di bagian komentar, bingung, masa komentar mau di-del?

Jujur saja, saja jarang sekali menggunakan tag q. Tapi sepertinya alasan untuk menghilangkannya kurang masuk akal. Hanya karena jarang dipakai? Bisa jadi karena kurangnya edukasi pada para penyaji konten, sehingga tag tersebut sangat tidak populer. Jadi lebih banyak yang menggunakan teknik pengutipan manual dengan pemberian tanda kutip tunggal atau ganda untuk kalimat pendek. :)

Oya, makasih sudah diingatkan soal kuotasi di atas tentang tag XHTML. Saya sudah menghilangkan keterangan beberapa tag yang tidak semantik lagi (pada keterangan di atas kotak komentar blog saya).

Iskandaria,
Kembali ke pengelola situs masing-masing. Apakah akan tetap dengan tipe dokumen saat ini, atau akan beralih ke HTML5. Promosinya, apakah berniat mendukung pemakaian elemen semantik atau tidak.

Walau dihapus dari informasi deretan tag yang bisa dipakai, tapi tidak mengaturnya via berkas kses.php, masih ada peluang pengomentar menggunakannya. Kecuali, rajin mengeditnya kembali. :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.