Categories
Web Accessibility

Aturan Jangan Pakai Singkatan di Milis

Diperbarui: Senin, 30 Agustus 2010
Bagi di FB | Cuitkan

Peraturan nomor satu di milis Kartunet adalah

1. Anda dilarang keras untuk menulis dengan menggunakan singkatan-singkatan, karena dapat membingungkan anggota lain. Anda harus menulis dengan benar.

Milis/senarai Kartunet digagas oleh para pendiri situs Kartunet.com.

Riwayat singkat Kartunet

Kartunet atau Karya Tunanetra diawali dari kolaborasi:

  • Irawan Mulyanto, sering dipanggil Mas Iwa, sebagai ketua.
  • Aris Yohanes, sebagai pemrogram.
  • M. Ikhwan Toriqo, sebagai desainer, berhubung dia penyandang disabilitas buta parsial atau 'low vision'.
  • Dimas Prasetyo Muharam, sebagai editor dan diberi tugas memelihara kelangsungan situs.

Semboyan Kartunet.com menarik, mengatasi keterbatasan tanpa batas.
Riwayat lengkapnya bisa dibaca di sejarah komunitas Kartunet.

Singkatan berisiko tidak aksesibel

Kembali ke pemakaian singkatan di Web. Senada dengan tulisan saya di situs Dani Iswara .com tentang upaya pengomentar blog mendukung aksesibilitas Web.

6. Singkatan.

Bagaimana pembaca layar komputer membaca singkatan berikut: yg, tdk, main2, bkn, dan sejenisnya? Mesin 'screen reader' saat ini tetap membutuhkan bantuan elemen abbr.

Jika surat elektronik atau surel disajikan murni sebagai teks sederhana atau 'plain text', peluang penggunaan tag <abbr> lenyap. Lebih aman menghindari pemakaian singkatan. Jika harus menyajikan singkatan, seperti 'Extensible HyperText Markup Language' (XHTML), sertakan juga kepanjangannya. Mau jadi pendukung aksesibilitas?

Siapa bilang tidak ada aturan menulis di Web?

7 replies on “Aturan Jangan Pakai Singkatan di Milis”

Dulu saya tidak tahu CMIIW, IMHO, dan lain-lain saat ikut milis pertama kali :). Sepertinya masih ada beberapa yang menggunakan singkatan dalam diskusi di milis hehe…

Terkadang saat memindai dokumen berformat jpg. singkatan-singkatan tersebut justru tidak terbaca dengan baik. Jadi menambah waktu untuk mengedit hasil pindaian.

Bukan pada masalah umum atau tidak, tapi screen reader akan membaca itu sesuai dengan apa yang tertulis. YG ya jadi “ye ge”. “tdk” jadi “te de ka” dst. apalagi sekarang ini ada bahasa allay yang kerap mengganti huruf dengan angka. seperti huruf i dengan angka satu atau huruf O dengan angka nol. malah kadang ada juga yang menganti huruf i dengan tanda seru! kacau.

Dimas Prasetyo,
Kalau pun harus memakai singkatan untuk menghemat karakter seperti layanan semacam Twitter & SMS, menurut saya, alternatifnya ya pakai singkatan yang sudah umum. Disosialisasikan juga pada sahabat difabel terkait. :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.