Kategori
Web Accessibility

Understanding Readability based-on WCAG 2.0

Last Updated on 17 Juli 2010 by dani

Readable means easy to read and understand by users & assistive technology. Some people experience disabilities meet difficulties while accessing Web content. Hard to understand the scientific terms, longer learning curve to use very unusual interfaces, non-descriptive links, and so on.

Barriers for user agents–such as screen readers, voice browsers, and text-to-speech technology–may confusing users. Accessibility problem. The use of proper pronunciation, punctuation, abbreviation, descriptive anchor text, and some other recommendations may help users.

Make text content readable and understandable in Guideline 3.1 WCAG 2.0 has these recommendations:

Advisory Techniques for Guideline 3.1

  1. Setting expectations about content in the page from uncontrolled sources.
  2. Providing sign language interpretation for all content.
  3. Using the clearest and simplest language appropriate for the content.
  4. Avoiding centrally aligned text.
  5. Avoiding text that is fully justified (to both left and right margins) in a way that causes poor spacing between words or characters.
  6. Using left-justified text for languages that are written left to right and right-justified text for languages that are written right-to-left.
  7. Limiting text column width.
  8. Avoiding chunks of italic text.
  9. Avoiding overuse of different styles on individual pages and in sites.
  10. Making links visually distinct.
  11. Using images, illustrations, video, audio, or symbols to clarify meaning.
  12. Providing practical examples to clarify content.
  13. Using a light pastel background rather than a white background behind black text.
  14. Avoiding the use of unique interface controls unnecessarily.
  15. Using upper and lower case according to the spelling rules of the text language.
  16. Avoiding unusual foreign words.
  17. Providing sign language versions of information, ideas, and processes that must be understood in order to use the content.
  18. Making any reference to a location in a Web page into a link to that location.
  19. Making references to a heading or title include the full text of the title.
  20. Providing easy-to-read versions of basic information about a set of Web pages, including information about how to contact the Webmaster.
  21. Providing a sign language version of basic information about a set of Web pages, including information about how to contact the Webmaster.

As an author and user, which one is the most difficult for You? Which one is the most impossible things to do?

18 tanggapan untuk “Understanding Readability based-on WCAG 2.0”

Minta bantuan google,
Sebenarnya kriteria diatas tidak terlalu sulit untuk dipenuhi, tetapi adanya pemahaman yang salah mengenai blog pribadi sehingga admin blog berlaku semaunya, dengan alasan blog tersebut adalah blog pribadi yang tidak perlu mengikuti aturan dan kaidah yang minimal sekalipun.
Seakan-akan blog menjadi wadah yang “sesat sedikit”, tapi kebijakan admin blog tidak bisa kita ganggu gugat :(

Satu lagi tentang aksesibilitas, yaitu penggunaan bahasa yang baik sehingga lebih mudah dimengerti oleh google translator. :D

IMHO, sepertinya pengertian readable “agak” berbeda dengan legible ya, CMIIW.

ardianzzz,
untuk pemakaian bahasa yang baik, biar editor yang bekerja. Termasuk memperbaiki kinerja mesin penerjemah. Sayang, tulisan ini tidak pakai editor andal.

Di Wikipedia, ‘readable’ dan ‘legible’ dijelaskan perbedaannya. Dalam bahasa saya, arti harfiahnya serupa. Mudah dibaca, diurai, dimengerti.
Tapi kesannya, ‘legible’ lebih teknis, formal, dan bisa lebih detail lagi membahas karakter tiap set huruf. Sedangkan ‘readable’ lebih menyeluruh, lebih ke pemahaman pengguna.

‘Legible’, mungkin saja tidak ‘readable’. Pun sebaliknya.
Misalnya set huruf serif dan sans-serif. Serif yang dibuat se-‘legible’ mungkin, bisa dianggap tidak ‘readable’ bagi penyandang disabilitas tertentu. Sans-serif yang ‘readable’ bagi kebanyakan pengguna, sebenarnya tidak cukup ‘legible’ dari sisi teknis.
Silakan koreksi saya.

Bli Dani,
Kata-kata Sir Timothy John “Tim” Berners-Lee tersebut terdengar sederhana tetapi masih sangat sulit untuk dilaksanakan dengan baik.

Standard yang masih belum benar-benar standard ( selalu berubah seiring berjalannya waktu ), alat bantu untuk yang mengalami kekurangan harganya super mahal, tingkat pengetahuan dan kepedulian pelaku web yang masih seadanya dan lain sebagainya. :(

Pak Aldy,
standardisasi untuk
a) ‘Web Content Accessibility Guidelines’ (WCAG),
b) ‘Authoring Tool Accessibility Guidelines’ (ATAG),
c) ‘User Agent Accessibility Guidelines’ (UAAG),
d) ‘WAI – Accessible Rich Internet Applications (WAI-ARIA)’,
e) dan lainnya,
memang selalu berkembang.
Intinya standar Web terbuka/’Open Web standard’, bukan monopoli suatu vendor.

Mahal? Mari berharap ke model ‘open source’.
Pengetahuan dan kepedulian? Edukasi dan empati. Siapapun bisa berperan.

Bli Dani,
sebenarnya perkembangan standarisasi merupakan hal wajar jika keberatan disebut wajib, tetapi pada sisi lain dengan kemudahan setiap individu membuat laman web justru membuat standar tersebut sulit untuk diikuti/penuhi, ini karena para penulis laman web/blog ( termasuk saya ) bukan orang yang sangat paham membuat sebuah laman web yang standard apalagi mesin-mesin blog dan pengembang template gratis kadang-kadang tidak perduli standar yang penting "nyaman dimata" :(

Selain emulator apakah bli punya referansi pembaca layar yang cukup baik ? saya sudah coba cari masih belum menemukannya.

Edukasi dan Empati hanya tinggal dimiliki segelintir orang.

Pak Aldy,
akan selalu ada yang tidak tahu, belum tahu, dan tidak mau tahu—mungkin sukanya tempe.

Untuk pembaca layar komputer yang lain, coba baca dokumen Live.Gnome.org tentang Linux Screen Reader dan Orca. Ada juga aplikasi speakup (versi 3.1.5-2)—(em dash ini pakai 3 kali hyphen) ‘Kernel-based screenreader for the Linux console’.

Kalau tidak tahu dan belum tahu, menurut saya mudah untuk membuatnya menjadi tahu.

Jika ada yang tidak mau tahu, ini tipe manusia yang paling repot sejagad. Kalau sudah begini tidak ada lagi rasa empaty :(

Pak Aldy,
mungkin lain masalah jika beliau-beliau berada di sisi yang berbeda, menjadi bagian penyandang disabilitas, atau saat menjadi senior seperti Pak Aldy. Mungkin kapan-kapan Pak Aldy bisa berbagi pengalaman menelusuri Web sesuai kesenioran umur. Bagaimana sih Web yang nyaman menurut umur Pak Aldy? Tidak usah menyesuaikan dengan teori.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.