Tes di Opera, Sunting di Firefox

Noted: Wednesday, July 7, 2010 at 17:06:34. Words count: 168.
Last updated: Sunday, July 11, 2010 at 17:14:40.

Walau bukan berprofesi sebagai desainer atau pengembang Web, saya pernah menyunting desain Web sendiri. Peramban Web Opera terbaru jadi pilihan pertama untuk menguji ketepatan penulisan markah. Karena Opera memang lebih 'strict' (Dani Iswara .com) sampai saat ini. Apalagi–selain mesin WebKit bawaan Safari dan Google Chrome–mesin Prestonya Opera sudah lolos Acidtest3.

Tapi, karena kelengkapan dan kemudahan ekstensi di Firefox, peramban Web bermesin Gecko ini masih jadi pilihan saat menyunting templat.

Presto, WebKit, dan Gecko terbaru juga sudah lumayan baik dukungannya untuk mencoba beberapa fitur SVG, MathML, HTML5, dan CSS3. Animasi SVG tampil lebih baik di Presto dan WebKit. MathML lebih didukung Gecko dan Presto. Untuk dukungan terhadap HTML5, WebKit dan Presto selalu bersaing. Untuk CSS3, peramban bermesin WebKit dan Presto masih saling melengkapi. Kadang, pihak siapa atau vendor mana yang mengajukan proposal standar baru, dialah yang menonjol. :)

Hanya ada sistem operasi GNU/Linux di netbook saya. Jadi, Internet Explorer tidak masuk hitungan.

Dani Iswara, [myfirstnamelastname]@gmail.com.

11 comments to "Tes di Opera, Sunting di Firefox"

  1. ardianzzzz

    Walau bukan berprofesi sebagai desainer atau pengembang Web,

    Hehe, beberapa waktu lalu perasaan tidak ada kata “berprofesi” deh :)

    Saya lebih memilih webkit karena memiliki fitur-fitur eksperimental untuk mendukung CSS3 yang lebih banyak seperti animasi dan antialiasing. Saya hampir tidak pernah menggunakan Opera :D

    Setahu saya gecko dan trident belum lolos Acid3 test.

  2. dani

    ardianzzz,
    Opera (Presto) tetap lebih ketat dalam penulisan markah XHTML dan bisa membaca XSL di MathML.

    Fx (Gecko) masih sibuk dengan boros memorinya. :D
    Trident sedang proses makin bertobat ke standar Web.

  3. ardianzzz

    Sepertinya tidak sabar menunggu era komputasi awan :D
    Mungkin masalah preferensi. Saya lebih menyukai Chrome dibanding yang lain (bisa dikatakan tanpa pengaya) soalnya cukup hemat memori.

    Yang saya sukai dari Fx adalah fitur untuk melihat gambar latar dan pengaya colorzilla. Dua hal yang belum saya temui di Chrome. Ekstensi chrome (colorpicker) masih belum sebaik colorzilla. :)

    Sepertinya “Z” nya kebanyakan :P

  4. dani

    ardianzzz,
    saya sering menyebut komentar ini: jika Opera open source dan memenuhi kebutuhan ekstensi/plugin seperti di Firefox, Opera akan jadi favorit saya. Lalu Google Chrome keluar. Jika apapun peramban Web itu memenuhi kemampuan ekstensi yang saya butuhkan, Fx akan terlupakan. Dengan asumsi semua peramban mengadopsi standar Web.

    Ada yang berlari di standar Web, lainnya sibuk menambal keamanan, menambah kecepatan, mengurangi boros memori. :D

  5. Padly

    Konon katanya Fx 4 sudah ga boros memori Bli, ini aku sdh coba versi beta-nya.

  6. Cahya

    Lha, pengguna Linux kok mau nyicipi trident, piye toh :D – bukannya IE9 nanti sudah tidak pakai trident lagi ?

    Saya pakai Opera saja sekarang, lumayan bikin komputer agak adem :)

    p.s: web desainer bukan profesi Bli Dani, tapi hobinya :lol:.

  7. dani

    Padly,
    ah…yang bener… :)

    Cahya,
    Wikipedia bilang Internet Explorer 9 katanya masih pakai Trident5. cmiiw
    Opera-nya sudah dimaksimalkan belum? :P
    Hobi saya hanya menulis. Bukan membuat desain Web atau blogwalking!

  8. Cahya

    Saya belum berhasil memasang IE9 di Vista, kemarin lupa lagi masang. Kapan-kapan saja deh, jadi belum bisa lihat langsung.

    Opera-nya dimaksimalkan bagaimana, lha koneksi saja ala siput.

    Hmm…, itu hobi yang berbahaya, tidak suka tersesat, tapi berpotensial menyesatkan orang-orang, he he :D.

  9. dani

    Cahya,
    makanya, jangan percayai saya!

  10. Cahya

    He he, tadi sekilas saya baca judul blognya berubah, rupanya, pindai cepat membuat saya melewatkan dua huruf “un” di paling awal yang berbeda warna.

  11. dani

    Cahya,
    warna judul yang berubah itu untuk menegaskan ketidakpentingannya.