Categories
Web Accessibility

proofreading itu sulit

Diperbarui: Senin, 26 Juli 2010
Bagi di FB | Cuitkan

menulis mungkin gampang bagi kebanyakan narablog memeriksa dan memeriksanya via proofreading yang sulit entah apa yang ingin dikejar setelah menulis itu sehingga tidak sempat memeriksa hasil tulisannya dan membiarkan salah ketik apa adanya tanpa tanda baca yang enak dibaca didengar dimengerti mengisi kolom komentar pun dibuat seperti itu lalu masih berharap ada manusia yang rela membacanya merekonstruksi dan menerka dimana posisi tanda baca agar tidak salah menanggapi artinya entah di mana huruf besar dan kecil saya masih sering melakukan kesalahan walau sudah dibaca ulang beberapa kali hingga menunda waktu publikasi tulisan blog [titik]

9 replies on “proofreading itu sulit”

Saya menyadari kesalahan kecil dan mendasar ini masih sangat sering saya alami.

Jujur, melakukan proofreading tidak mudah dan butuh waktu. Mungkin karena terbiasa dengan lingkungan kerja yang serba cepat, sementara selama ini untuk urusan surat-menyurat hanya terima konsep, koreksi. :(

Untung cuma satu paragraf aja yang ditulis kayak di atas. Coba saja kalo sampe 5 atau bahkan 10 paragraf. Bisa puyeng kepala saya (baca tulisan tanpa intonasi, jeda, dan dinamika) ^_^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.