Menyederhanakan Blog, Tak Semudah Dikira

Noted: Thursday, July 29, 2010 at 21:15:48. Words count: 438.
Last updated: Wednesday, August 4, 2010 at 17:44:40.

Dibanding antarmuka yang tampak sederhana, pengguna umumnya lebih suka tampilan yang lebih banyak grafis. Lebih usable. Dari sisi jenis kelamin, pria pun lebih tertarik terhadap sesuatu secara visual dibanding wanita. Jadi, sudah hukum alam demikian, bagi mereka yang memiliki fungsi penglihatan normal. Dikaitkan dengan Web & blog, normatif tidak berbeda.

Elemen blog mana saja yang penting ditampilkan? Haruskah semuanya dipajang? Tombol mana dan seperti apa yang harus ditonjolkan? Bagaimana alur pengguna dalam memanfaatkan konten?

Sesederhana apa yang diinginkan? Mengandalkan kenyamanan perasaan & visual saja? Berdasarkan kenyamanan tangan kanan saja? Menyesuaikan dengan konversi uang & kepopuleran yang ingin diraih? Semua narablog pasti ingin terkenal?

Apakah seluruh tampilan desain yang disajikan para juara SEO pasti mendukung kapasitas juaranya & layak dicontoh? Apakah semua elemen desain situs pakar aksesibilitas & kebergunaan Web pasti sesuai dengan tulisannya & patut disontek begitu saja? Silakan baca kembali Inaccessibility of Accessible Website & Inaccessibility of Visually Usable Website di Dani Iswara .com.

Berbasis data & bukti

Jika tidak ingin bertanya-tanya, bingung menentukan pilihan, makin pusing dengan segala perdebatan, hingga terlalu sering berganti tema/theme tiada akhir, maka segera pastikan tiap keputusan dengan uji coba pengguna (user testing) & analisis Web. Survei atau riset kebutuhan target pengguna. Tanyakan pendapat 5-10 pengguna awam Web. Lebih suka Web kaya grafis atau minim grafis? Periksa statistik & pola pengunjung blog. Sesuaikan dengan best practice yang direkomendasikan & target pengguna masing-masing. Beberapa pendapat pribadi & pengalaman empiris saja belum tentu didukung data & bukti yang valid.

Saat memutuskan menyederhanakan blog tidak penting ini, ada beberapa best practice yang terpakai. Saya bukan pengamat statistik blog. Jadi penyederhanaan itu hanya berdasarkan teori & selera saya saja. Tanpa menargetkan konversi tertentu.

Gaya bebas merdeka

Siapa yang memaksa saya untuk menghapus beberapa fitur blog? Tidak ada! Bukan statistik, uang, bahkan bukan siapapun pengguna itu! Saya tidak pernah melakukan uji coba pengguna. Jadi, semua halaman blog ini belum tentu aksesibel & usable secara nyata.

Aksesibilitas Web Relatif, benar! Tidak mungkin memuaskan semua pengguna dalam arti harfiah. Yang ada hanyalah memaksimalkan sesuai kemampuan (saya). Pun tidak berusaha untuk memuaskan orang lain. Saya tidak akan mampu memenuhi standar tinggi Anda! Jadi, saya pilih memakai standar paling rendah saja. Jika bisa orgasme sendiri, mengapa butuh orang lain? Silakan memuaskan diri Anda sendiri! Maksa banget!

Sederhana bisa jadi rumit

Penyederhanaan & pemangkasan fitur blog tidak selalu semudah yang terlihat. Tampak sederhana, tapi ukuran berkas cukup memengaruhi waktu muat. Mata mengatakan indah, tapi antarmukanya sulit saat digunakan. Butuh waktu adaptasi atau learning curve lebih lama. Terlihat sangat polos dari hampir semua sisi, tapi kontennya sulit diurai/render oleh user agent & peramban modern sekalipun hanya karena kompleksitas doctype.

Sejatinya, ini memang tulisan berseri. Pemelajaran tiada akhir.

Maaf, saya tidak akan menanggapi komentar di konten ini!
Kolom komentar belum akan ditutup.

Dani Iswara, [myfirstnamelastname]@gmail.com.

4 comments to "Menyederhanakan Blog, Tak Semudah Dikira"

  1. iskandaria

    Ya, ternyata perdebatan masih berlanjut. Tapi tulisan di atas bisa dinilai sebagai klimaks (argumen pamungkas). Nendang banget deh! :) Yang patut digarisbawahi ialah, kita tidak akan pernah bisa memuaskan semua tipe pengguna. Titik.

  2. Cahya

    Oh bukan pembelajaran ya? Hmm…, mesti banyak belajar

  3. ardianzzz

    Hehe, Mas Dani, kapan migrasi ke HTML5? :D

    Siapa yang memaksa saya untuk menghapus beberapa fitur blog?

    Saya suka kata-kata tersebut! :)
    Saya beranggapan, menyederhanakan blog adalah membuang fitur yang tak berguna dan mengoptimalkan kegunaan fitur-fitur yang ada. Blog saya sudak disederhanakan, tetapi saya tetap menggunakan jQuery.

  4. Aksesibel Berisiko - Unessential Weblog - Tidak Penting

    […] ke berbagai/pelbagai situs jejaring sosial milik pengelola. Hal berikut makin menegaskan bahwa menyederhanakan blog itu tidak mudah (Dani Iswara […]