Alasan Validasi HTML – Jangan Tanyakan Lagi

Noted: Wednesday, July 28, 2010 at 04:52:20. Words count: 456.
Last updated: Sunday, November 12, 2017 at 21:25:43.

Makin bosan dengan bahasan serupa? Jika sudah mantap dengan alasan yang ada, lupakan saja tulisan tidak penting ini.

Pakde Handoko Harry, penyaji blog side22.com, menanyakan W3C Validation is Important, Why? Mas Iskandaria, pengelola blog kafegue.com, pernah menulis tentang Pelajaran di Balik Upaya Validasi XHTML Blog. Bang Rudy Azhar, pemilik blog rudyazhar.com, mengangkat juga topik serupa berjudul Perlukah Blog Kita Validated CSS dan HTML? Mungkin masih banyak lagi narablog lain menyajikan hal yang seide.

Mengapa masih dipertanyakan?

Terkait hal ini, saya harus merujuk ke dokumen W3C, Why Validate? Dan terjemahan saya di Dani Iswara .Net, Mengapa Validasi HTML?

Silakan baca dulu rujukan di atas sebelum bertanya & menyatakan pendapat.

Bahasan singkatnya:
"Hai peramban Web & alat bantu teknologi lain! Situs Web saya sudah valid CSS & (X)HTML-nya. Mengapa masih di-render/diuraikan & ditampilkan sangat berbeda di antara kalian? Mengapa fungsi fiturnya jadi tidak konsisten di antara kalian? Percuma semua yang telah saya lakukan!"

Di dunia desain Web, tidak/belum semua 1+1=2.

Standardisasi & validasi itu…

Alangkah indahnya jika penulisan markah XTML+CSS+JavaScript yang terstandardisasi mampu diuraikan sama di pelbagai peramban Web. Sehingga desain Web cukup dites di suatu kelompok peramban dengan cara perwakilan. Perbedaan minor bisa diabaikan.

Akan sangat menyenangkan jika semua peramban Web memiliki skor yang sama tinggi di Acid3.AcidTests.org & HTML5Test.com.

Para pengembang pasti suka jika mudah memahami bahasa markah universal yang dipakai saat kolaborasi membangun suatu situs atau aplikasi berbasis Web.

Apakah penulisan markah yang saya buat sudah benar?
Standardisasi mana yang dipakai?
Bagaimana mengujinya?

Menilainya hanya dari tampilan fisik? Cukup mengandalkan visualnya? Berapa jenis peramban Web dan screen reader yang dipakai untuk mencoba?

Validation can then be used as a quick check to determine whether the code is the clean work of a seasoned HTML author, or quickly hacked-together tag soup.

Accessibility is the law in many countries. Whilst validation doesn’t guarantee accessibility (there is no substitute for common sense), it should be an important component of exercising "due diligence". It is now just over a year since a court first awarded damages to a blind user against the owners of a website he found inaccessible (Maguire vs SOCOG, August 2000).

— W3C – Why Validate?

Validasi bisa jadi solusi penulisan markah yang baik & tepat untuk mempermudah pemeliharaan situs Web. Bagi yang merasa berkepentingan, silakan lakukan validasi sekarang, sebagai best practice. Kalau perlu, tanpa mencantumkan label valid itu & tidak perlu bangga terhadapnya!
Bukan karena alasan terkait SEO!

Esok hari, kita tidak perlu lagi ragu & menanyakan alasannya berulang-ulang.
Kecuali kondisi tertentu, bahwa melakukan validasi dilarang keras oleh hukum!

Kecuali kondisi tertentu juga, ingat, tidak ada yang memaksa Anda untuk menyukai & melakukan validasi tersebut!

Yang berhasil membuat situsnya valid XHTML & CSS pun belum tentu masuk surga nantinya! Jangan banyak berharap! Lakukan saja sebaik-baiknya!

Maaf, silakan berkomentar & diskusi. Saya tidak akan menanggapi komentar di topik ini!

Dani Iswara, [myfirstnamelastname]@gmail.com.

10 comments to "Alasan Validasi HTML – Jangan Tanyakan Lagi"

  1. ardianzzz

    Yang berhasil membuat situsnya valid XHTML & CSS pun belum tentu masuk surga nantinya! Jangan banyak berharap! Lakukan saja sebaik-baiknya!

    Hahah… I Like this!

    btw, Pakdhe Harry hiatus kenapa ya? :(

  2. Harry

    Rayimas…
    Saya tidak akan menanyakan alasan kesahihan HyperText Markup Language (HTML) itu lagi. Tidak akan membantah juga, perlu atau tidaknya spanduk validitas pada sebuah halaman web.
    Tetapi mudah-mudahan berkenan menjawab pertanyaan berikut,Ada apa dengan menu keteraksesan pada header ? apakah tanda-baca koma itu memang perlu ?, terus bagaimana dengan full-stop untuk heading ?.

    Mas ardianzzz…
    Duh, triple z ini ya. Membuat saya sering salah menekan tombol. Tidak hiatus mas, sudah sempat membaca tanda baca dan realign itu koq. Saya minta maaf jika belum sempat meninggalkan jejak.

  3. iskandaria

    Mantap nih tulisan kali ini. Tapi mungkin perlu ditambahkan, bahwa validasi juga harus mencakup halaman single post. Jadi bukan semata halaman home.

  4. rismaka

    iskandaria,
    validasi tidak hanya di halaman home ataupun single post saja, tapi seluruh halaman (jikalau bisa). Dan blog yang memajang label valid pun tidak semua halaman di blognya menjadi valid. Bisa jadi posting-posting terdahulu sangat kacau validasinya :)

    pak dhe harry,
    Kan sudah dibilangin sama mas dani, kalau ia tidak akan menanggapinya. *ngeyel :(

    dani,
    Hanya itu dok? Terus sebaiknya valid terkait doctype yang mana? *lha ini nanya juga.

  5. iskandaria

    @ Rismaka,
    Ya, maksud saya juga begitu. Saya sadar banget kalau halaman single post saya belum satu pun yang valid XHTML. Itu lebih banyak disebabkan oleh plugin kaskus emoticons :)

  6. nuedges

    sumpah aku bingung masalah validasi…
    sebagai seorang “anak baru” aku lagi seneng2nya dengan css3, eh pas kesana kemari banyak orang ngomongin masalah validasi. pas aku validate blogku, hasilnya??? HANCUR…
    kenapa???

  7. Mudahnya Aksesibilitas Web - Unessential Side - Tidak Penting

    […] sudah bisa menyadari hak akses informasi adalah hak asasi, maka jangan lagi tanyakan alasan validasi HTML dan aksesibilitas web karena aksesibilitas itu untuk semua. Tidak ada yang dirugikan karena […]

  8. nady

    validasi tidak perlu dilihat terkait atau tidak terkaitnya dengan seo,
    validasi tidak perlu dilihat bahwa blog itu populer atau tidak,
    validasi tidak perlu dilihat menyangkut desain blog itu keren atau ngak… dan seterusnya.

    validasi itu sebagai ‘penanda’ bahwa bahasa html dan css yang digunakan sudah benar atau masih ada kesalahan, terkait dengan doctypenya.

    ini cuma masalah ‘perhatian’ dan ‘pemahaman’ aja, kalo kita perhatian dan memahami kedua bahasa itu tentunya kita berharap dapat lolos validasi.

    tambahan.
    terkait mesin blogspot. tidak perlu dipaksakan untuk lolos validasi. sebab masalahnya adalah pada mesin itu sendiri yang menanamkan bahasa yang tidak valid. jadi kalo perhatian sama masalah validasi di blogspot yaitu lebih pada bahasa template yang kita bangun, bukan bahasa tambahan dari mesin blogspotnya. intinya jangan menambah kesalahan dari bahasa yang ada di mesin blogspot.

  9. Toufik

    “Hai peramban Web & alat bantu teknologi lain! Situs Web saya sudah valid CSS & (X)HTML-nya. Mengapa masih di-render/diuraikan & ditampilkan sangat berbeda di antara kalian? Mengapa fungsi fiturnya jadi tidak konsisten di antara kalian? Percuma semua yang telah saya lakukan!”

    gak sama ga masalah

  10. dani

    Toufik,
    Presentasi beda tidak masalah, asal fungsinya sama.