Pernyataan Aksesibilitas – Situs Web Universitas di Indonesia

Noted: Wednesday, June 30, 2010 at 06:26:15. Words count: 156.
Last updated: Monday, July 5, 2010 at 13:33:16.

Adakah situs badan/lembaga/organisasi resmi di Indonesia yang mencantumkan pernyataan aksesibilitas Web? Mengapa situs universitas? Asumsi saya, dari sisi edukasi para pengembang dan desainer Webnya, akan lebih mudah mengadaptasi. Umumnya, tim pembuat desain Web universitas adalah para mahasiswa, alumni, dan staf internal. Melihat juga kebanyakan situs universitas di luar negeri, merupakan hal yang mudah menemukan kebijakan aksesibilitas di situs mereka.

Setelah menelusuri beberapa waktu, ternyata tidak ada yang memajangnya! Pernyataan aksesibilitas teraman (Dani Iswara .com) pun tidak saya temukan. Mungkin terselip entah di mana. :)

Walau demikian, situs Institut Teknologi Bandung menyertakan pranala ke peranti uji 'ATRC Accessibility Checker' berdampingan dengan validasi XML, XHTML, CSS, dan 'Section 508'. Saya tahu Pak Widianto Nugroho dan timnya paham akan konsep aksesibilitas Web ini. :)

Jika ada rekan narablog yang menemukan situs badan/lembaga/organisasi resmi di Indonesia yang mencantumkannya, silakan konfirmasi via kolom komentar. Terima kasih.

Dani Iswara, [myfirstnamelastname]@gmail.com.

6 comments to "Pernyataan Aksesibilitas – Situs Web Universitas di Indonesia"

  1. iskandaria

    Saya senang situs ITB sudah berani meninggalkan pakem latar putih dan memilih latar pastel biru cerah :) Entah itu kemauan pengembang, desainer, atau pihak ITB sendiri. Saya juga kurang tahu. Mengenai pernyataan aksesibilitas pada situs universitas, saya belum menemukannya sih.

  2. iskandaria

    Untuk situs ITB, ternyata warna latar biru cuma untuk halaman home kayaknya. Kalau untuk halaman konten, warna latar masih tetap pastel, tapi menggunakan warna lain selain biru. Kekurangan situs ITB yang saya temukan sementara ini ada 2, yaitu urutan tabindex yang masih kurang logis (setelah dari atas langsung meloncat ke sidebar kanan, harusnya kan ke sidebar kiri dulu) dan jarak spasi antar baris yang masih kurang renggang (dalam konten).

  3. dani

    iskandaria,
    biasanya tiap situs punya warna kebangsaan sendiri. Kok saya tidak menemukan tabindex ya?

    Sebagai tambahan, ITB punya Panduan Web untuk kalangan internal. Di Dani Iswara .Net pernah saya tulis Panduan Web Institusi Resmi tentang acuan Web ITB itu.

  4. Cahya

    Ada Bli, sepertinya unessential university punya itu :lol:, he he, rupanya Bli Dani masih gatal berburu universitas yang menerapkan aksesibilitas web di situsnya.

  5. iskandaria

    Ralat, bukan meloncat ke sidebar kanan, tapi langsung menuju konten utama di tengah. Mungkin maksudnya biar pengunjung langsung bisa memilih topik yang mau dibaca. Abis ke tengah, tabindex menuju sidebar kanan, lalu baru ke sidebar kiri dan footer.

    Ya, warna kebangsaan mungkin dijadikan warna latar yang dominan. Maksudnya tidak menemukan tabindex itu apakah kodenya atau outline-nya yang tidak kelihatan bli?

  6. dani

    Cahya,
    yang situs universitas saja tidak/belum ada, apalagi lainnya? Mungkin kesimpulan ini salah.

    iskandaria,
    ya di kode sumber tidak ada tabindex. Jadi, bukan karena tabindex yang tidak logis. Mungkin susunan CSS yang memengaruhi.