Kategori
Web Accessibility

Pernyataan Aksesibilitas – Situs Web Universitas di Indonesia

Last updated on 5 Juli 2010 by Dani Iswara

Adakah situs badan/lembaga/organisasi resmi di Indonesia yang mencantumkan pernyataan aksesibilitas Web? Mengapa situs universitas? Asumsi saya, dari sisi edukasi para pengembang dan desainer Webnya, akan lebih mudah mengadaptasi. Umumnya, tim pembuat desain Web universitas adalah para mahasiswa, alumni, dan staf internal. Melihat juga kebanyakan situs universitas di luar negeri, merupakan hal yang mudah menemukan kebijakan aksesibilitas di situs mereka.

Setelah menelusuri beberapa waktu, ternyata tidak ada yang memajangnya! Pernyataan aksesibilitas teraman (Dani Iswara .com) pun tidak saya temukan. Mungkin terselip entah di mana. :)

Walau demikian, situs Institut Teknologi Bandung menyertakan pranala ke peranti uji 'ATRC Accessibility Checker' berdampingan dengan validasi XML, XHTML, CSS, dan 'Section 508'. Saya tahu Pak Widianto Nugroho dan timnya paham akan konsep aksesibilitas Web ini. :)

Jika ada rekan narablog yang menemukan situs badan/lembaga/organisasi resmi di Indonesia yang mencantumkannya, silakan konfirmasi via kolom komentar. Terima kasih.

6 tanggapan untuk “Pernyataan Aksesibilitas – Situs Web Universitas di Indonesia”

Saya senang situs ITB sudah berani meninggalkan pakem latar putih dan memilih latar pastel biru cerah :) Entah itu kemauan pengembang, desainer, atau pihak ITB sendiri. Saya juga kurang tahu. Mengenai pernyataan aksesibilitas pada situs universitas, saya belum menemukannya sih.

Untuk situs ITB, ternyata warna latar biru cuma untuk halaman home kayaknya. Kalau untuk halaman konten, warna latar masih tetap pastel, tapi menggunakan warna lain selain biru. Kekurangan situs ITB yang saya temukan sementara ini ada 2, yaitu urutan tabindex yang masih kurang logis (setelah dari atas langsung meloncat ke sidebar kanan, harusnya kan ke sidebar kiri dulu) dan jarak spasi antar baris yang masih kurang renggang (dalam konten).

Ralat, bukan meloncat ke sidebar kanan, tapi langsung menuju konten utama di tengah. Mungkin maksudnya biar pengunjung langsung bisa memilih topik yang mau dibaca. Abis ke tengah, tabindex menuju sidebar kanan, lalu baru ke sidebar kiri dan footer.

Ya, warna kebangsaan mungkin dijadikan warna latar yang dominan. Maksudnya tidak menemukan tabindex itu apakah kodenya atau outline-nya yang tidak kelihatan bli?

Cahya,
yang situs universitas saja tidak/belum ada, apalagi lainnya? Mungkin kesimpulan ini salah.

iskandaria,
ya di kode sumber tidak ada tabindex. Jadi, bukan karena tabindex yang tidak logis. Mungkin susunan CSS yang memengaruhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.