Kategori
Unessential Blogging

Mengomentari Konten Blog

Diperbarui:

Tidak harus menjadi pengomentar, kan? Ada visi dan misi di balik komentar? Sah saja. Membalas kunjungan blog? Silakan saja.

Respons berikut biasa saya pakai saat menjadi pengomentar blog.

  1. Menanggapi dari sudut pandang berbeda. Seringnya berbasis aksesibilitas Web. Karena sifatnya yang universal.
  2. Bertanya. Mempertanyakan sumber tulisan. Pendapat sendiri? Saduran? Ada dukungan pendapat lain? Diusahakan baca dulu referensi yang dipakai. Baru komentar. Kadang ada saduran dari bahasa Inggris, tapi tidak mencantumkan sumber dengan jujur. Atau mempertanyakan pendapat penyaji konten terkait yang dipublikasikannya.
  3. Paling gatal jika menyangkut pengoptimalan mesin pencari/telusur Internet atau SEO. Pertanyaan 'dejavu' berpeluang sering muncul. :) Apakah teks spesial yang tercetak tebal/miring/bergaris bawah–padahal tidak bisa diklik–berulang-ulang itu benar-benar (masih) efektif dan efisien? Masih pakai atribut title untuk pengoptimalan? Apakah memang ada buku panduan yang menyarankannya? Baca juga SEO may Destroy Web Usability-Accessibility (Dani Iswara .com).

Diperbarui pukul 6.50 malam hari yang sama: terinspirasi dari tulisan panjang berjudul Memengaruhi dengan Paradigma FOSS dari Ade Malsasa (ademalsasa.co.cc). Sial, saya kesulitan komentar di sana! :)

14 tanggapan untuk “Mengomentari Konten Blog”

Bli Dani,
Setiap user memiliki kemampuan dan keinginan yang berbeda, ada yang mencoba dengan jujur mengungkapkan asal usul materi, ada yang abu-abu dan ada yang tidak.
Menurut saya sih, pengomentar sebaiknya mengomentari hanya terbatas pada kemampuannya atau kalau perlu bertanya saja :D

Apakah ini berkaitan dengan banyaknya orang yang “takut” berkomentar disini hehe :)
Terkadang saya membaca suatu konten yang kurang menarik untuk dikomentari, tetapi komentar-komentar yang masuk lebih menarik jadi daripada tidak ngapa-ngapain ikut nimbrung diskusi saja, sekalian ninggal jejak haha..
Kalau saya bukan paling gatal, tetapi paling malas membaca artikel tentang SEO biasanya sudah basi soalnya :P

PF,
ya model bertanya. Itu juga bisa. Saya sunting di atas. Terima kasih, Pak Aldy.

Cahya,
walau sisi personal, kan bisa balas mengungkapkan sisi personal pengomentar juga?

ardianzzz,
karena ketakutan calon pengomentar itu? Seperti yang Mas Adi–Rismaka tulis? :D Bukan, sudah saya sunting di atas. Tadi koneksi terputus dengan sukses. :(

Yang basi belum tentu tidak berguna. Makanan yang memakai peragian, misal tapai/tape, tempe, oncom, enak juga kan? :)

Hahaha.. Peuyeum mah bukan makanan basi Bli Dani :)
Maksudnya adalah saya sering sekali menjumpai konten hasil copas. Menyadur itu boleh tetapi kita tahu ada prosedurnya kan :)

Terima kasih Pak Dani, atas komentar yang banyak. Duh, saya sangat senang. Terima kasih telah menyadarkan saya akan banyaknya pengguna yang kurang beruntung membaca blog kita dengan screen reader (sekarang saya meniru bapak, memakai tag “”). Saya sebenarnya sudah tahu dari dulu (makanya tidak suka menyingkat) tetapi karena saya pesimis blog saya itu akan jarang dikunjungi orang ya, jadi kurang saya perhatikan.

Sudah saya tambahkan fitur untuk berlangganan komentar via surel, Pak. Selama ini saya tidak mau memasang umpan RSS (dari FeedBurner atau lainnya) karena saya sadar bahwa saya ini tidak (bisa) rajin menerbitkan tulisan. Ya, karena terbatasnya koneksi internet itu tadi. Terima kasih atas semua perhatian dan peringatan yang bapak beri.

Saya juga mengerti hendaya kognitif sekarang. Soal kamus, dan tabel saya itu, akan segera saya perbaiki. Terima kasih lagi atas komentar dan perhatian bapak di sana.

Aduh, terima kasih sekali atas posting ini dan apresiasinya. Senang mengenal Pak Dani.

Jarang deh, ada orang lebih tua yang mau dikoreksi, sampai bilang “…jangan segan…” seperti bapak. Siap! Kita saling koreksi ya, Pak? Selama ini saya diam saja di milis Linux/lainnya melihat banyaknya orang menulis singkatan (membuatnya lebih TIDAK BISA DIBACA) karena saya malu. Nanti malah dianggap sok tahu, sok pintar, dan sebagainya. Tetapi kalau sudah diberitahu begitu, saya akan mencoba. Maaf ya, Pak kalau kata-kata saya ada yang menyakitkan?

Salam hangat dan jabat erat, Pak!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.