Categories
Web Usability

Jika Saya Pengunjung Blog

Diperbarui:

Dengan koneksi Internet putus sambung ala Indosat Mega Media (IM2), saya mengatasi segala keterbatasan aktivitas dunia Web ini. Jika kebetulan bisa terkoneksi stabil, itu mungkin hanya keajaiban semata! Masih dengan moda menonaktifkan tampilan gambar dan pelbagai skrip yang tidak perlu. Tidak lagi mengeluh banyaknya iklan bertebaran, konten berkedip, konten multimedia 'auto play' yang mengagetkan, dan sejenisnya. Walau koneksi disebut 'tidak terbatas'/'unlimited', bahasa pemasaran biasanya memiliki makna tersirat. Kecepatan akses/muat konten blog selalu berhadapan dengan kesabaran ekstra yang sangat tinggi. Posisi menentukan prestasi akses!

Berikut ini simulasi saya sebagai pengunjung blog, mulai dari hasil pencarian/penelusuran di Google. Jika kontennya terasa penting, akan saya upayakan untuk bisa mengaksesnya. Apapun kekurangan situs tersebut.

  1. Web tipe pengecoh pengguna (tulisan lama di Dani Iswara .com) tentu saya hindari.
  2. Tulisan tahun lawas biasanya saya abaikan. Kecuali benar-benar butuh. Sayang, keterangan waktu makin sulit ditemukan di halaman hasil telusur Google. URL pun makin ringkas. Kecuali berharap keterangan waktu yang sesekali dimunculkan Google dan algoritma baru Google Caffeine.
  3. Waktu muat lama? Sabar. Coba buka situs lain. Cek koneksi Internet. Kalau perlu nonaktifkan beberapa skrip yang masih memberatkan. Jika semuanya tetap lambat, salahkan koneksi Internet busuk itu!
  4. Kontras warna. Latar gelap dengan teks terang? Latar terang dengan teks tidak kalah terang? Dengan moda tanpa gambar, banyak halaman Web ternyata masih sulit diakses. Baca kembali Keterbacaan Web Latar Gelap di Dani Iswara .Net. Saya mengagumi pengguna yang tahan membaca lama konten berteks terang di atas latar gelap. Kecuali halaman sejenis galeri fotografi. :)
  5. Saat sebagai pengunjung pertama kali. Ini weblog tentang apa? Siapa pengelolanya? Gambaran cepat bisa tertangkap dari pranala blog, judul, deskripsi, 'tagline', menu navigasi, kategori, atau daftar tulisan. Tentu saja moda gambar juga bisa memberi petunjuk. Sayangnya, menonaktifkan gambar juga berisiko kehilangan informasi. Ketidaktersediaan teks alternatif atau malah warna latar yang bertubrukan dengan warna teks bisa menimbulkan masalah tersendiri. Berhati-hatilah.
  6. Teks 'anchor' yang berkesan mengecoh pengguna. Menuju URL mana (Dani Iswara .com)? Apakah teks bergaris bawah selalu bisa diklik? Untuk apa teks warna-warni itu? Seandainya fitur 'status bar' itu tidak ada! :)
  7. Mengapa sumber tulisan tidak berupa teks deskriptif yang mudah diklik/dipakai? Mencontoh banyak media cetak versi dalam jaringan/daring yang hanya mencantumkan 'sumber: example.com'? Ada di panduan blog mana? Takut kebocoran PageRank? Atau memang karena ketidaktahuan. Susahnya jujur menulis sehat.
  8. Tiap mesin blog harusnya memakai fitur langganan komentar via surat elektronik/surel untuk memudahkan diskusi. Kecuali 'ritual' meninggalkan komentar memang sekadar basa-basi! Tak harap balasan komentar!
  9. Jujur. Sampai di sini, biasanya sudah cukup tergambar apakah blog itu pemuja trafik atau tidak. Jika ya, kepentingan pengguna mungkin ada di nomor buntut.
  10. Biasanya saya sudah bisa memutuskan. Apakah lain kali akan kembali ke blog tersebut atau tidak.

Jika tiap pengunjung atau pengguna menuliskan simulasinya masing-masing, tes kebergunaan Web atau 'Web usability' mungkin tidak perlu lagi.

Koneksi Internet IM2 yang merayap ini…membuat lebih selektif…ah sudahlah…ping: sendmsg: Network is unreachable…

:)

13 replies on “Jika Saya Pengunjung Blog”

Saya setuju, sudah saatnya kita tidak perlu selalu menyalahkan blog yang kita kunjungi. Maksimalkan saja fitur pada peramban yang digunakan, plus insting tajam kita soal beberapa kekurangan di atas. Bukan begitu bli? :)

Saya mengagumi pengguna yang tahan membaca lama konten berteks terang di atas latar gelap. Kecuali halaman sejenis galeri fotografi. :)

Hmm, awas bli, kayaknya bakalan ada yang tersungging dengan pernyataan di atas (salah satunya pengomentar setia blog ini).

iskandaria,
siapa? Cahya Legawa? Dia kan sudah menegaskan belakangan akan lebih fokus ke konten, bukan pengunjung. :D

Untuk satu-satu:

1. ndak usah dipikirkan, seandainya bisa ditendang dari halaman muka pasti gampang;

2. saya ndak menilai tulisan lawas atau pun baru, kecuali memang dituntut mencari poin yang terkini;

3. ha ha…, sekadarang sudah pakai EVDO, ndak protes lagi, Chrome juga mendingan. Bisa disetel tanpa gambar langsung dari fitur setelan dan pilihan.

4. Coba pakai Safari Reader, menghilang semua masalah terkait desain web :)

5. Kata orang tidak penting siapa yang menulis, tapi apa yang disampaikan, tapi kadang dua-duanya juga ndak begitu penting, karena yang diuji sering kali adalah ide, bukan personal.

Lain-lain entar lagi, udah malam dan udah ngantuk :D

Cahya,
Untuk yang semacam ‘auto-generated-content’, ya serahkan ke Google saja.

Untuk keterangan waktu di SERPs, memang bisa dirinci sesuai kebutuhan pengguna. Coba pas lagi butuh.

Untuk setelan tanpa gambar/javascript/pop-ups, semua peramban sepertinya punya setelannya.

Safari Reader belum saya coba. Tapi ‘text-only and non-distracted content’ memang lebih sesuai untuk kebutuhan saya saat ini.

Tahu siapa penulisnya lumayan penting untuk sekadar menyapa pak, bu, mas, mbak, laki, atau perempuan. Coba kenali jenis kelamin pengelolanya tanpa akses gambar. :)

Membaca tulisan ini, tiba-tiba saya menyesal selama ini sering mengumpat koneksi Speedy yang sering dodol. Saya selama ini masih memaafkan situs yang penuh dengan iklan dan pop-up selama kontennya layak baca.

Aris FM,
sedodol-dodolnya Speedy, kabel relatif stabil dibanding nirkabel. Untuk nirkabel, posisi menentukan prestasi. :)
Kini makin banyak cara menikmati konten Web dengan lebih nyaman tanpa gangguan iklan dan pop-up.

Cahya, Ardianzzz,
Saya sudah mencoba ekstensi Readability di fx (Firefox). Setelan yang paling saya suka: ebook+medium+wide. :)

Jika masih ada peramban Web yang kurang aksesibel, bikin petisi saja seperti Steve Faulkner (Paciello Group): When will Google Chrome be accessible?

wah enak nih sekarang tampilannya Mas Dani.
secara saya kalo browsing gak pake efek gambar (no image show :P), no javascript (kecuali emang ada fungsi dibutuhkan).

PS: sempat bertanya-2 apa Opera browser saya yang rabun ya kok gak ada gambar apa-2 disini :)

selamat buat penikmat speed loading, monggo main ke daniiswara.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.