Kategori
Arch Linux

Bersama Linux Arch

Diperbarui:

Sejak memakai Arch Linux on HP Mini Note (Dani Iswara .com), saya hanya rutin memakai beberapa perintah berikut di terminal:

sudo wvdial hsdpa
sudo pacman -Syu

Ya, untuk terkoneksi ke Internet, saya masih memakai cara klasik yang sederhana dan tidak banyak memakan sumber daya memori ini, wvdial.

Pemutakhiran berkala ala rolling release (Dani Iswara .com) dengan perintah -Syu berarti melakukan sinkronisasi repositori dan pembaruan sistem. Sejenis, walau beda konsep, dengan apt-get upgrade di keluarga Debian dan Ubuntu, yum upgrade di Fedora, atau zypper up di openSUSE, kalau tidak salah.

Sepertinya saya sudah lupa perintah-perintah Linux lainnya. :)

21 tanggapan untuk “Bersama Linux Arch”

Wah, ndak seru, ndak ada kekasih baru yang dinanti tiap 8 atau 6 bulan. Ndak ada acara kopdar menyambut rilis terbaru. Ndak ada penyegaran yang signifikan secara psikologis.

Ck.. ck..c… :(

agung,
kalau ‘request’, sepertinya sulit. Karena saya sudah jarang main jeroan Linux Arch. Paling repot pas awal instalasi saja. Sama seperti distro Linux lain. Tapi tanpa instal ulang tiap 6 bulan. :)

Ya, yang zypper, p-nya dobel, bukan y.

Hmmm… sulit ya? [geleng-geleng kepala]
ini juga sudah mencetak beberapa panduan, ya mungkin tinggal nunggu hari keberuntungan saja :)

Ralat lagi zypper up p-nya yang dobel, karena lebih sering menggunakan Lucid Lynx [ngeles] :p

agung,
yang PCLinuxOS kan memang model siap pakai ‘out-of-the-box’. Serupa seperti Sabayon, MEPIS, Linux Mint.

Yang wvdial memang ‘basic’-nya. GUI-nya berupa NetworkManager dan UMTSmon itu. :)

agung,
menurut saya, seperti juga Gentoo, penggunanya Linux Arch sedikit. Walau seandainya tidak sedikit lagi, mungkin lebih enak belajar/eksplorasi sendiri dulu. Karena semua dokumentasi sudah ada. Agak berbeda juga dengan Slackware yang para pentolannya memang aktif di milis dan forum Linux Indonesia. Dasar di Slackware bisa dengan percaya diri dipakai menjelaskan masalah Linux lain.

Salah satu tulisan di blog ini yang membuat saya berpindah (memilih) menggunakan Arch Linux. Tidak ada yang dinanti setiap 6 bulan, tidak ada Release Party, bagi saya itu sesuatu yang menarik :)

nearie,
pindah ke Linux Arch gara-gara tulisan di blog tidak penting ini? Ah mungkin bukan. Itu keputusan dan tanggung jawab pengguna sendiri. Waktu itu sedang sadar, kan? Hihihi…

mas,saya pake wifi broadcom di archlinux
saya barusan upgrade kernel ke 2.6.34
otomatis wifinya g jalan
saya pikir bisa pake package broadcom-wl-patched yg dari AUR

sudah saya ubek2 tu gugel sama archwiki
sudah saya coba jg,tetep g bisa..

kalo mas dani solusinya waktu itu gmna?

topx,
Lha itu di posting situ, bisa ngga?
Seingat saya, bukan cara itu yang saya pakai.
Jujur, saya lupa langkah pastinya.
Panduannya saya pakai yang Broadcom 43xx – ArchWiki. Tapi di berkas /etc/rc.conf, opsi MODULES terkait broadcom di ArchWiki tidak lagi saya pakai. Semuanya saya percayakan ke otomatisasi via udev.

Di yaourt -Ss broadcom, hanya terpasang b43-firmware 4.178.10.4-1. Lainnya, saya pasrahkan integrasi broadcom ke 2.6.34-ARCH. Good luck ya. :)

hehe,maaf mas.ternyata itu hanya bisa maksimal untuk kernel 2.6.33

saya coba untuk yg kernel 2.6.34 yg baru saya pacman -Syu ternyata gagal.
owh, pake b43 ya mas?
ya saya coba mas dani.
matur nuwun!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.