Categories
Web Standards

Opera lebih strict

Jika halaman Web disajikan murni sebagai X(HT)ML, beberapa penulisan entitas simbol akan tampak berbeda di peramban Web tertentu. Untuk doctype XHTML 1.1 dan XML, 5 simbol berikut masih aman ditulis dengan entitas nama.

  1. &lt; untuk <
  2. &gt; untuk >
  3. &amp; untuk &
  4. &quot; untuk "
  5. &apos; untuk ' (tidak ada di HTML 3.2, muncul lagi di HTML 4).

Penulisan dengan entitas nama di bawah ini akan tampak berbeda di peramban tertentu:

  • ™ (&trade;), seharusnya ™ (&#8482;),
  • © (&copy;), seharusnya © (&#169;),
  • ® (&reg;), seharusnya ® (&#174;).
  • » (&raquo;), seharusnya » (&#187;).
  • « (&laquo;), seharusnya « (&#171;).

Opera yang bermesin Presto tampak paling ‘strict’ dibanding Firefox (bermesin Gecko) dan Google Chrome (bermesin WebKit). Google Chrome versi terkini belum bisa membaca berkas XSL.
Untuk amannya, lebih disarankan memakai entitas numerik. Walaupun tetap tidak menjamin tampil aman di pelbagai pembaca pasokan/umpanan RSS dan peramban Web 'mobile' lawas. Termasuk di peramban Web Internet Explorer yang belum bisa membaca berkas XML dengan baik.

17 replies on “Opera lebih strict”

Mungkin sebuah keuntungan bagi pengguna blogspot ―seperti saya― karena secara otomatis penulisan simbol dan karakter spesial langsung diubah dalam bentuk entitas numerik.
Tapi sepertinya, penggunaan tanda baca masih kurang diperhatikan oleh blogger dalam negri.

ardianzzz,
wah enak dong. Saya lama tidak mencoba blogspot lagi. Seingat saya, penulisan kode/simbol di kolom komentar lebih terbatas dibanding di konten.

Di core WordPress sebenarnya sudah ada fungsi sanitasi standar untuk itu, di /wp-includes/kses.php. Hanya saja, sependek yang saya tahu, menyesuaikan dengan doctype 1.0 Transitional yang umum dipakai. Ada plugin di WordPress yang lebih ketat lagi, namanya HTML Purified. Tersedia untuk pembersihan kode/simbol sesuai doctype XHTML 1.1.

Inilah akibatnya kalau setiap peramban memiliki standard sendiri. Apa semuanya tidak mengacu W3C bli ?
Kalau menurut saran diatas harus beralih orientasi ke numerik lagi… :o

Waduh buka-buka berkas lama nich. Tapi TR Recomendasi mana yang terlewati ya ? kok ketika pake " untuk menggantikan quot tetep dirubah mozilla gecko dan opera presto jadi .

Pak Aldy,
standarnya sama, tapi mungkin ketatnya beda. Mungkin pula kemampuan baca XML yang beda kualitas.

Pakdhe Harry,
kok gitu ya..apa ada hubungannya dengan doctype dan encoding (mis. utf-8) yang dipakai dokumen tersebut?

interpretasi single quote sebagai "petik buka-petik tutup" juga bisa aneh jika diawali karakter lain karena akan dirender menjadi "petik tutup-petik tutup", misal pada listing tulisan kalau pake hover jangan lupa fokus. Saya lebih suka pakai '.

Harry,
itu saya memang nulis latin apa adanya Pakdhe, ngga pake numerik manual. Harusnya sih memang numerik. Jadi, itu memang salah saya kok Pakdhe. Makasi koreksinya. Yang itu fixed, tapi halaman lainnya masih salah. :)

Asop,
di Linux, yang mesin WebKit itu adanya Google Chrome, Iron, Midori, Epiphany. Jadi, setara Chrome lah hasilnya.

Laporan mas Dani,
Menggunakan peramban ini – pada halaman Archives urutan untuk No. 1,2,3, …. 20 angka pertama 1 tidak tampak yaitu pada No. 11 sampai 19 dan pada No. 20 angka 2-nya terlihat sekitar 45%

Abis baca tulisan di atas, saya memutuskan untuk menginstall Opera di laptop saya. Kayaknya penting juga untuk menguji tampilan markah pada mesin presto tersebut (terutama blog saya sendiri) :D

iskandaria,
Opera tidak mengecewakan kok. Nikmati keunggulan masing-masing saja. Opera juga bisa dilengkapi dengan Web Accessibility Toolbar (paciellogroup.com). Walau masih pakai WCAG 1.0. Ada DragonFly (serupa Firebug) yang sudah terintegrasi.
Beberapa ‘shortcut key’-nya agak berbeda dari peramban Web kebanyakan. :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.