Categories
Web Accessibility

Aksesibilitas Web Frontal

Diperbarui: Jumat, 30 Juli 2010
Bagi di FB | Cuitkan

Awalnya saya meremehkan orang-orang yang membahas dan mempermasalahkan kemudahan akses dunia Web. Buat apa repot-repot memenuhi unsur teknis itu. Sudah sulit, hasilnya pun tidak seberapa. Mana mereka itu kebanyakan kolot, konservatif, seperti tidak mau menghadapi perubahan dan kecanggihan teknologi saat ini. Bahasanya tinggi-tinggi pula.

Sampai suatu ketika, sebagai pengguna Internet dengan kemampuan koneksi yang terbatas, saya terbentur masalah. Pun terpapar dengan pelbagai pandangan dan pendapat. Ingin rasanya berkata seperti di bawah ini (sambil bercermin dan menunjuk diri sendiri):

  1. Koneksi Internet lambat sialan!
  2. Tulisan kamu sebenarnya menarik. Tapi, desain kamu seperti membawa saya kembali ke zaman batu.
  3. Konten kamu sebenarnya bermutu, tapi teks putih di atas latar hitam itu menyakitkan mataku.
  4. Huruf yang kamu pakai terlalu kecil. Saya harus mengambil kaca pembesar untuk membacanya.
  5. Kok hanya teks? Membosankan. Tidak ada gambar p0rnonya sama sekali!
  6. Walaupun cacat, saya punya hak mengakses situs publik kamu kan? Kalo ngga, ya pasang aja peringatan: Cacat dilarang masuk!
  7. Kamu menulis untuk Google atau manusianya? Kok yang ada hanya kata kunci pelbagai ukuran dan warna?
  8. Kenapa link-nya dipendekin dan disamarin? Takut ketahuan ya?
  9. Kamu ingin saya membaca postingan atau mengeklik blink-blink, kerlap-kerlip, dan teks yang tak kunjung lelah berlari itu?
  10. Kamu yakin saya bisa melihat konten kamu dengan mata normal?
  11. Kaca pembesar saya tidak bisa membantu. Warna teksnya terlalu sulit dibaca.
  12. Pernah merasakan susahnya penyandang buntung tangan dan kaki memakai mouse demi membuka jendela dunia via Internet?
  13. Warna biru di Web kamu terlihat sebagai hijau. Karena saya buta warna. Asal kamu tahu itu!
  14. Saya tidak bisa melihat sama sekali. Buta mata total. Kamu ingin mencoba merasakan seperti saya? Mengakses Web kamu itu susah tau!
  15. Saya lansia. Susah sekali membaca Web berlatar gelap kamu. Bukankah kamu juga nanti menjadi lansia?
  16. Bahasa kamu sulit dimengerti. Bisa dibuat simpel ngga sih? Sok tinggi lo!
  17. Saya harus membuka semua link itu di jendela baru? Memangnya RAM saya segudang!
  18. …isi sendiri lah…

Mengapa Google pun menyarankan untuk membuat konten demi manusia? Jika semua konten dibuat semata untuk mesin Google, manusia merasa dirugikan karena sering terkecoh, Google yang salah?

Yang lain mungkin menulis dengan judul frontal 10 HTML Tag Crimes You Really Shouldn’t Commit dan 10 Usability Crimes You Really Shouldn’t Commit (Line25.com).

Menurut saya, itu bahasa frontal yang sangat sederhana untuk menyampaikan makna aksesibilitas Web. Lebay ah

7 replies on “Aksesibilitas Web Frontal”

He he.
Beneran ya, cuma didepan cermin saja !. Jangan kasih kuliah aksesibilitas web didepan pasienmu ya, bisa pingsan semuanya nanti.

Apa memang begitu kalau lagi galak ? :) jadi takut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.