Menutup Komentar Blog

Noted: Friday, August 13, 2010 at 09:36:31. Words count: 144.
Last updated: Monday, November 19, 2012 at 09:52:04.

Bukan berarti benar-benar menutup jalur komunikasi blog. Masih ada formulir kontak & alamat surel yang bisa dipakai, jika dirasa perlu. Saya akan memperbarui konten jika memang ada masukan bermakna.

Kalau akhirnya tidak bisa disebut blog lagi, karena kurangnya makna interaktivitas, kembalikan ke definisi, makna, dan kebebasan pengelola blog. Asal sesuai etika & aturan yang ada, tidak ada larangan menyajikan konten Web dengan model blog.

Ada beberapa blog tanpa komentar (Dani Iswara .Net). Dengan masing-masing alasannya. Kali ini, tidak ada alasan khusus. Kebetulan koneksi Internet IM2 makin sulit diandalkan. Mesti makin selektif memakainya. Jadi, saya hanya akan fokus sesekali menulis blog.

Dengan ini, komentar blog tidak penting ini saya tutup. Terima kasih atas apapun apresiasi itu. Maaf.

Menutup komentar blog itu pilihan.

Diperbarui 1 September 2010: membukanya kembali pun suatu pilihan. Silakan baca ‘Reopening comment system in WordPress is a bad experience‘ (Dani Iswara .com).

Dani Iswara, [myfirstnamelastname]@gmail.com.

unEssential.

One comment to "Menutup Komentar Blog"

  1. Komentar Blog Perlu Ditutup? – Bhyllabus

    […] ini saya tidak begitu heran men­dapati pengumuman bahwa borang komen­tar pada ‘unes­sen­tial weblog’ ditutup oleh adminis­trator­nya. Bagi saya tidak masalah menutup komen­tar, bahkan jika […]

Leave comment


All XHTML markups will be held for moderation. Keep on topic, please.