Menutup Komentar Blog
Bukan berarti benar-benar menutup jalur komunikasi blog. Masih ada formulir kontak & alamat surel yang bisa dipakai, jika dirasa perlu. Saya akan memperbarui konten jika memang ada masukan bermakna.
Kalau akhirnya tidak bisa disebut blog lagi, karena kurangnya makna interaktivitas, kembalikan ke definisi, makna, dan kebebasan pengelola blog. Asal sesuai etika & aturan yang ada, tidak ada larangan menyajikan konten Web dengan model blog.
Ada beberapa blog tanpa komentar (Dani Iswara .Net). Dengan masing-masing alasannya. Kali ini, tidak ada alasan khusus. Kebetulan koneksi Internet IM2 makin sulit diandalkan. Mesti makin selektif memakainya. Jadi, saya hanya akan fokus sesekali menulis blog.
Dengan ini, komentar blog tidak penting ini saya tutup. Terima kasih atas apapun apresiasi itu. Maaf.
Menutup komentar blog itu pilihan.
Diperbarui 1 September 2010: membukanya kembali pun suatu pilihan. Silakan baca ‘Reopening comment system in WordPress is a bad experience‘ (Dani Iswara .com).

Komentar Blog Perlu Ditutup? – Bhyllabus on August 13, 2010 at 11:24:41 via WordPress 3.0.1:
[...] ini saya tidak begitu heran mendapati pengumuman bahwa borang komentar pada ‘unessential weblog’ ditutup oleh administratornya. Bagi saya tidak masalah menutup komentar, bahkan jika [...]