Kangen Antivirus di Linux Arch

Noted: Monday, August 9, 2010 at 00:42:21. Words count: 384.
Last updated: Friday, August 13, 2010 at 14:48:11.

Linux relatif tidak membutuhkan antivirus. Dalam hal ini tujuannya untuk memindai media penyimpanan di partisi vfat (FAT32-Windows). Walau tidak ada sistem operasi Windows terpasang, di netbook saya masih ada partisi yang memakai format itu. Fungsi lainnya untuk memindai USB-flashdisk, CD, DVD, dan media lain berformat sejenis. Kebutuhan khas personal desktop, bukan server.

Ada cara gampang memasang antivirus di Linux Arch. Tentu saja dengan skrip otomatis. Bisa juga pakai cara manual. Unduh kode sumber lalu pasang dengan cara klasik ala Slackware. Misalnya, ekstrak dulu, baca petunjuknya, cek konfigurasi, make, make install. Di Linux Arch, lebih direkomendasikan memakai perintah pacman atau yaourt. Mari coba cari peranti antivirus yang sudah tersedia skrip pemasangannya. Biasanya ada di repo komunitas pengguna (AUR). Dengan kata kunci antivirus:

yaourt -Ss antivirus

hasilnya,

aur/antivir 3.1.3.4_1-1 (92)
Avira’s Personal UNIX Workstation Antivirus.
aur/antivir-resident 2.1.12_19-5 (4)
Avira’s Personal UNIX Workstation Antivirus with AvGuard.

Dengan kata kunci anti-virus:

yaourt -Ss anti-virus

hasilnya,

aur/avast 1.3.0-3 (122)
Avast4workstation anti-virus (Home/Non-Commercial Only).
aur/avg-free r292-1 (Out of Date) (32)
AVG free anti-virus for private, non-commercial, single home computer use only.

Clamav dan sejenisnya yang terkait server, disisihkan. Versi komersial juga disisihkan.
Ternyata, yang terbanyak dipasang/di-vote adalah Avast, sebanyak 122 suara.

Saya pasang Avast.

yaourt -S avast

Registrasi untuk memperoleh kunci lisensi berhasil. Saat dicoba pembaruan basis data, pesan galat muncul: cannot initialze avast! engine: invalid agrument.
Saatnya Googling dengan kata kunci galat itu.
Jawabannya ada di forum resmi Avast. Tanggapan dari nama pengguna "zilog" yang berstatus moderator di forum.avast.com cukup memuaskan.
Untuk mengatasi masalah tersebut, cukup lakukan:

sudo sysctl -w kernel.shmmax=100000000

Sifatnya temporer, pesan galat muncul lagi setelah reboot. Lakukan perintah di atas sebagai root untuk memperoleh efek permanen.

Alasannya, menurut "zilog",

reason? older kernels have an artificial limitations which dictates the maximum size of one SHM block in bytes. And, one block of our database exceeded this limit. so just, relax them to more reasonable values. that’s it.

Diperbarui 13 Agustus 2010: menurut diskusi Avast di AUR, kernel Linux umumnya punya setelan shared memory maksimum (shmmax) 32MB (33554432 Bytes). Sedangkan berkas ~/.avast/400.vps terlalu besar (37MB = 38463697 Bytes).
Disarankan menyetel nilai shmmax sebesar 38463697 atau 41943040 (40MB = 41943040 Bytes).

Jadi, bisa juga dilakukan perintah

sudo sysctl -w kernel.shmmax=41943040

tanpa harus 'reboot' untuk bisa langsung memakai Avast di linux.

Agar permanen, saya coba memasukkan konfigurasi kernel itu di berkas /etc/sysctl.conf. Saya tambahkan baris berikut:

kernel.shmmax=41943040

Ya, berhasil. Selain sudo pacman -Syu, ada hal rutin lain yang bisa dilakukan saat daring…hi hi hi…

Dani Iswara, [myfirstnamelastname]@gmail.com.

unEssential.

9 comments to "Kangen Antivirus di Linux Arch"

  1. info solo

    baru tahu saya mas kalau linux ada virusnya.. hehehehe katro banget ya saya :-D

  2. iskandaria

    Pada linux ubuntu saya juga mau saya pasangin avast. Sekadar buat tes apakah ada virus di linux saya. Selama menggunakan pada OS Windows XP, avast bagi saya tidak mengecewakan. Apalagi ada fitur update otomatisnya setiap kali komputer kita terkoneksi ke internet.

  3. dani

    iskandaria,
    Kepopuleran Avast sebagai antivirus gratis & cukup tangguh sepertinya memang lagi menanjak.

  4. nearie

    Saya malah baru tahu kalau di AUR terdapat paket Anti Virus. Terima kasih Pak Dani. Saat saya menggunakan Windows, saya lebih menyukai memakai Avira. Hmm..saat ini saya ingin mencoba yang Avira dulu aja, sebelum mencoba AV yang lain :)

  5. dani

    nearie,
    Saya juga dulu sering pakai Avira di Windows. Sempat juga memakai Avast. Sekarang sesuai suara terbanyak saja.

  6. Cahya

    Ho ho, dia ndak jadi mencoba bitdefender di linux ya :).

  7. dani

    Cahya,
    Ukuran 'installer' Bitdefender dua kali lipat Avast.

  8. Cahya

    Hmm…, begitu ya, saya tidak terlalu memperhatikan.

  9. Cahya

    Sekarang pakai Clamav saja di Arch, tapisetiap pekan diperbarui manual.

    sudo freshclam

Leave comment


All XHTML markups will be held for moderation. Keep on topic, please.