Trekking Blog Berbahasa Indonesia
Tentu saja trekking itu istilah asing. Kata tersebut saya pakai untuk menggambarkan tulisan ini adalah hasil perjalanan ke pelbagai blog. Saya menyebutnya sebagai blogtrekking. Menelusuri kata kunci, menyimak kondisi blog tertentu, lalu mencatatnya di sini.
Kali ini saya menelusuri pemakaian ejaan bahasa Indonesia di blog. Menjelang 17 Agustus, sedikit nasionalis.
Salah mengeja bahasa Indonesia baku kadang berlaku kronis. Terjadi sejak lama, berbulan-bulan. Bahkan bertahun-tahun dan berulang tak kunjung sembuh. Salah yang menjadi kebiasaan.
Mulai dari diri sendiri. Kata berikut ini masih sulit saya terima kebenarannya. Karena sering salah menggunakannya. Dulu, saya pernah membuat tulisan berjudul Ejaan Bahasa Indonesia yang Salah Saya Pakai (Dani Iswara .Net). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring, ejaan ini lebih dianjurkan dipakai:
- kedaluwarsa, bukan kadaluwarsa.
- ritsleting, bukan retsleting.
- dekret, bukan dekrit.
- sopir, bukan supir.
- takhta, bukan tahta.
- andal. Sehingga menjadi “andalan”, bukan “handalan”.
- embus, bukan hembus.
- imbau, bukan himbau.
- lanskap, bukan lansekap.
- magrib, bukan maghrib.
- telanjur, bukan terlanjur—”r”-nya hilang.
- respons. Pakai “s” di belakang.
- remunerisasi, bukan renumerisasi.
- sontek, bukan contek. Hah?
- karisma, bukan kharisma. Mas Adi-Rismaka sepertinya salah nama!
- tampak. Bukan “nampak”! Saya menemukan sekitar 10-15 buah tulisan di konten blog Dani Iswara .com yang salah mengeja kata ini.
Beberapa ejaan yang salah sudah diperbaiki. Agar tidak menyesatkan, setidaknya, untuk saya sendiri. Jadi, sebaiknya jangan contoh saya!
Untuk tata bahasa, saya masih sering tidak taat asas saat menuliskannya. Apalagi bahasa lisan.
Bagaimana dengan narablog lain? Jika blog para sastrawan, jurnalis, dan pengajar (dosen, guru) bahasa mampu memakai bahasa Indonesia yang baik, itu wajar. Saya mencari narablog di luar profesi itu.
Pemakaian bahasa Indonesia yang baku di blog biasanya bukan karena paksaan. Tapi lebih ke kesadaran dan kemauan. Butuh konsistensi. Konsisten salah, bisa saja. Karena penyuntingnya, narablog itu sendiri. Kemampuan? Bisa dipelajari. Kalau mau. Kita sama-sama pernah belajar bahasa Indonesia formal di bangku sekolah.
Daftar blog berikut ini memotivasi saya untuk berbahasa Indonesia lebih baik. Kategorinya?
- Punya ketertarikan dengan bahasa Indonesia. Setidaknya ada beberapa tulisan yang menunjukkan itu.
- Menggunakan ejaan bahasa Indonesia yang baku di konten blognya. Tentu dengan kesalahan yang minimal, menurut saya. Tapi saya bukan hendak menjadi polisi EYD. Termasuk di komentar blog? Yang itu, belakangan saja.
Inilah beberapa blog tersebut:
- Ade Malsasa Akbar. Saat ini berstatus pelajar.
- Cahya Legawa.
- …
- …
- …
Terima kasih. Kalian telah menginspirasi saya.
Koleksi ini bisa bertambah sewaktu-waktu.

Cahya on July 30, 2010 at 14:51:38 using Opera 10.60 on Windows Vista:
Trekking itu apa?
dani on July 30, 2010 at 15:16:02 using Firefox 3.6.8 on Arch Linux:
Cahya,
Trekking? Googling ajah! Ini memang bukan tulisan baku! Konten belum selesai kok dikomentari. Ada ajah…Tadi putus je koneksinya…
aldy on July 30, 2010 at 16:12:56 using Opera 10.60 on GNU/Linux:
Bli Dani,
menunya juga akan diganti dengan Bahasa Indonesia?
Cahya on July 30, 2010 at 16:30:46 using Opera 10.60 on Windows Vista:
Bli Dani,
Googling itu apa? – tidak ditemukan dalam KBBI :D.
dani on July 31, 2010 at 05:29:54 using Firefox 3.6.8 on Arch Linux:
Pak Aldy,
Menu sepertinya tetap apa adanya, Pak. Kadang saya masih ingin sok Inggris. Terutama jika sumber bacaan sulit diterjemahkan.
Mestinya sih satu bahasa. Atau, menu sebaiknya sesuai dengan bahasa yang paling sering dipakai.
iskandaria on August 1, 2010 at 00:48:47 using Opera Mini 4.2.14912 on J2ME/MIDP Device:
Ternyata tulisan ini ada penyempurnaannya :) Mengenai baku, ternyata lebih kepada pemilihan kata sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan. Jika mengacu pada contoh di atas, tulisan-tulisan blog saya pun masih banyak mengandung kata yang tidak baku.
agung on August 6, 2010 at 10:56:47 using Firefox 3.6.8 on Windows 2000:
Kira-kira kapan penambahan koleksi pada daftar kosong tersebut?
dani on August 6, 2010 at 11:18:22 using Firefox 3.6.8 on Arch Linux:
agung,
Sekonyong-konyong saja. Saya masih melihat konsistensi beberapa orang target lagi. Ada saran?
agung on August 6, 2010 at 15:19:08 using Internet Explorer 6.0 on Windows 2000:
Mas Dani,
Waduh kali ini belum ada/punya saran mas, atau karena saya lebih sering berkunjung ke tempat narablog yang suka menggunakan bahasa “gaul”. Tapi ada lho narablog yang sepertinya terpaksa berkomentar dengan ejaan EYD yang benar jika dikolom komentar diberi peringatan, seperti diblog-nya Ade Malsasa Akbar. Mungkin bisa dimulai dari cara berkomentar dahulu mas, tidak hanya peringatan untuk menggunakan markah semantic saja :-).
dani on August 6, 2010 at 18:08:06 using Firefox 3.6.8 on Arch Linux:
agung,
Saya pernah menuliskan tentang itu. Tapi yang lebih terkait ke aksesibilitas Web. Saya pajang tautannya di atas kotak isian komentar sekarang.