Pemakaian Tag cite Membingungkan

Noted: Sunday, July 25, 2010 at 16:26:19. Words count: 339.
Last updated: Sunday, August 1, 2010 at 20:36:49.

Dokumen The Cite Element (HTML5 di w3.org) mendefinisikan ulang fungsi semantik tag cite. Dulu, di HTML4 dan XHTML, tag cite bisa dipakai untuk merujuk nama orang yang kuotasinya kita pakai. Tapi, ke depannya, hanya akan dipakai untuk merujuk hasil karya, nama acara, atau nama produk, sesuai konteks kutipan.

The cite element represents the title of a work (e.g. a book, a paper, an essay, a poem, a score, a song, a script, a film, a TV show, a game, a sculpture, a painting, a theatre production, a play, an opera, a musical, an exhibition, a legal case report, etc). This can be a work that is being quoted or referenced in detail (i.e. a citation), or it can just be a work that is mentioned in passing.

A person’s name is not the title of a work — even if people call that person a piece of work — and the element must therefore not be used to mark up people’s names. (In some cases, the b element might be appropriate for names; e.g. in a gossip article where the names of famous people are keywords rendered with a different style to draw attention to them. In other cases, if an element is really needed, the span element can be used.)

Misalnya:

The power of the Web is in its universality. Access by everyone regardless of disability is an essential aspect.

Tim Berners-Lee, W3C Director and inventor of the World Wide Web.

Kutipan di atas diambil dari situs Web Accessibility Initiative (WAI-w3.org). Visualnya tampak serupa. Lihat kode sumber. Nama Tim Berners-Lee ditandai dengan emphasis. Nama situs atau judul halaman yang setia memajang kutipan itu ditandai dengan tag cite. Banyak kombinasi pemakaian sitat/kutipan ini.

Cara baru ini akan sangat bermanfaat saat mengutip hal berbeda, tapi pengarangnya sama. Tidak lagi mencantumkan teks anchor (nama pengarang) yang sama, tapi menuju URL berbeda.

Jika Dani Iswara .Net atau Dani Iswara adalah produk, berarti cukup ditandai dengan tag strong saja, tanpa cite?

Dani Iswara, [myfirstnamelastname]@gmail.com.

unEssential.

18 comments to "Pemakaian Tag cite Membingungkan"

  1. aldy

    Sepertinya tidak konsisten, jika begini terus kapan bisa mendekati angka 50% valid?
    Cukup menatap dengar nanar saja Bli, ampun dah.

  2. dani

    Pak Aldy,
    kita lihat saja nanti pendapat para pakar. Apakah akan ada penyesuaian lagi atau tidak. Yang pasti, HTML5 sepertinya memang lebih fleksibel dan semantik. Bakal populer seperti XHTML 1.0 Transitional.

  3. Aldy

    Dari beberapa contoh yang pernah saya lihat, HTML5 “kelihatan” lebih lentur. Semantik? ini yang sering membuat saya bingung, acuan semantik ini untuk manusia atau untuk mesin telusur atau kompromi keduanya?

  4. dani

    Pak Aldy,
    Acuan semantik mestinya bermakna bagi semua pengguna. Yang visual dan nonvisual sama-sama tidak kehilangan makna.

  5. hendro

    cite itu untuk kutipan yang aku tau biasanya bahasa tipon berperan ”
    string yang mandet emmm bisa di bilang deskripsi kali ya??
    atau pemaparan update begitu,, aduh pagi2 dah di beri site, tapi kenapa atribute masih simpang siur..
    yah..kita bilang saja citation dengan hasil garis miring..
    good luck

  6. ardianzzz

    Selama ini biasanya saya gunakan untuk caption gambar. :D

  7. dani

    ardianzzz,
    entah apa maunya HTML5. Sepertinya orang-orang Google dan WebKit yang paling mendukung. Saya pilih nonton saja dulu.

  8. ardianzzz

    HTML5 jelas mendukung perkembangan komputasi awan yang dikampanyekan Google tentunya.

  9. dani

    ardianzzz,
    HTML5 akan sangat memanjakan para pengembang (aplikasi) Web.

  10. Menulis di blog (tidak) mudah | PersonField.web.id

    […] Pemakaian tag cite membingungkan […]

  11. Harry

    Mungkin supaya markah sitat tersebut bisa dipergunakan lebih spesifik dan tidak rancu dengan markah pengalamatan. Mungkin… karena toh, disana banyak disebut kata-kata algoritma khan Rayimas ?

  12. dani

    Pakde Harry,
    Welcome back!
    Komentar ini yang saya tunggu! Tanpa ditegaskan demikian pun, harusnya jika merujuk dokumen Web itu akan lebih semantik jika teks 'anchor' adalah nama/judul berkas. Bukan nama orang yang URL-nya menuju ke alamat dokumen Web. Otomatis, akhirnya terkait ke kinerja algoritma mesin telusur/pencari juga. Dari sisi semantik, sejalanlah.
    Terima kasih telah hadir kembali, Pakde.

  13. Harry

    Rayimas…
    Yup, i am back. Sekarang, saya hanya ingin berasumsi pada algoritma mesin secara umum saja ah, bukankah peramban-peramban juga menggunakan algoritma ? Mesin-mesin mereka harus memindai tulisan kita terlebih dahulu sebelum menampilkannya pada layar pengunjung. Entahlah… mungkin kepoliglotan semantik elemen (termasuk sitat, kutipan, kuotasi) itu juga sudah membuat gerah beliau-beliau disana.

  14. dani

    Pakde Harry,
    Saya sudah komitmen untuk tidak ikut diskusi di tulisan/topik sebelah itu, yang tentang validasi. Pertanyaan mengenai menu navigasi di atas itu mungkin lain kali saya jawab di tulisan yang baru.

    Dalam bahasa markah HTML, sitat/kutipan hanya untuk mencantumkan judul. Isi kutipannya memakai tag q atau blockquote sesuai kondisi materi. Apakah pelbagai algoritma menandainya istimewa dan ada kredit tertentu? Setidaknya perkakas Semantic Data Extractor W3C sudah memakainya sejak dulu.

  15. Harry

    Rayimas…

    Apakah pelbagai algoritma menandainya istimewa dan ada kredit tertentu ?

    Bukan… belum… tidak… ach… saya tidak berani berasumsi sejauh itu, tetapi bukankah namespacenya W3 Consortium tetap di sarankan untuk di jadikan acuan para pengembang mesin-mesin peramban ?. Hmm… saya tidak bisa klimaks disini Rayimas, jadi saya ijin nulis opini sendiri saja ya.

  16. dani

    Pakde Harry,
    Ya, namespace W3C masih direkomendasikan di User Agent Accessibility Guidelines (UUAG). Tapi dengan berkembangnya HTML5 & definisi ulang pelbagai tag, W3C juga akan merevisi rekomendasinya, kan?

  17. Harry

    Rayimas…
    Merevisi rekomendasi… seharusnya begitu. Kita tunggu saja kenyataan estimated editornya, apakah dua tahun lagi benar-benar akan naik level menjadi CR. Tapi… please my dear, jangan suruh saya untuk memastikan apakah HTML5 benar-benar direkomendasikan pada 12 tahun kedepan.
    Duh… saya sudah berkomitmen untuk tidak membicarakan sesuatu yang belum genah sebelum waktunya. Tapi yang jelas bukankah sebelum menemukan DOM yang pas, mime type dan semua parsing elemen HTML tetap merujuk namespace yang 1999/xhtml ?
    Jadi… terkait dengan maksud opini saya sebelumnya, biarlah tag sitat itu kembali ke tugasnya dan jangan di paksa menangani pengalamatan (meskipun harus sama-sama miring berdampingan dengan dfn, em, i, dan var).
    Satu lagi… mohon maaf dengan opini-opini saya disini sebelumnya yang terlalu memperkosa pemakaian carik siki dan carik pareren itu. (definisinya tolong disunting — tugasmu).

  18. dani

    Pakde Harry,
    Makna semantik tag cite akan lebih terasa saat disertai tautan.

    Dokumen webstandards.org berjudul HTML Versus XHTML menyebut contoh pemakaian tag cite masa dulu/sekarang (sebelum era HTML5 nanti):

    <cite class="title">Chroniques de l’oiseau à ressort</cite> – <cite class="author">Haruki Murakami</cite>

Leave comment


All XHTML markups will be held for moderation. Keep on topic, please.