Belajar Web Accessibility

Noted: Wednesday, June 23, 2010 at 18:27:04. Words count: 485.
Last updated: Monday, January 24, 2011 at 13:03:06.

Saat awal terpapar tentang aksesibilitas Web, saya yakin inilah dasarnya. Ada seni tersendiri di sana. Walau topik ini tidaklah populer. Bahkan jarang dibahas. Di sini tantangan edukasinya.

Dari mana memulai? Ada banyak cara. Tapi fondasinya kembali ke standar Web dan semantik (X)HTML. Lalu aksesibilitas Web akan bersinggungan dengan 'usability' atau kebergunaan dan pengoptimalan mesin pencari/telusur Internet (SEO).

Standar Web dan semantik (X)HTML

Paling gampang, pakai doctype strict. Tidak masalah HTML atau XHTML. Jika berencana menampilkan tutorial (X)HTML dan memasang pelbagai aksesoris situs, doctype transitional layak dipilih.

Lalu susun situs memakai unsur semantik di dalamnya. Struktur judul-subjudul (h1-h6) yang logis. Penekanan teks spesial dengan elemen strong dan em. Blok teks kuotasi bukan sekadar untuk membuat teks terlihat tampak lebih menjorok ke dalam. Elemen lain saya rangkum di Semantic XHTML Format Reference (Dani Iswara .com).

Menyelam lebih dalam

Saya memilih memakai panduan 'Dive Into Accessibility – 30 days to a more accessible web site' dari diveintoaccessibility.org. Browse tips by design principle saya selami. Karena saat itu, panduan teknis WCAG terlalu sulit saya ikuti. Walau semuanya bermuara ke sana juga.

Pertimbangan desain berdasar kebutuhan per orang, penyandang disabilitas, kompatibilitas peramban Web, justru belum saya sentuh saat itu. Asumsinya, konsep dasarnya dulu, lainnya tambal sulam sambil jalan.

Referensi situs yang terpercaya

Entah kenapa, saya sangat jarang menelusuri situs populer yang sering disebut pengguna kebanyakan seperti smashingmagazine, alistapart, sitepoint, problogdesign, problogger, dan lainnya. Di Sitepoint saya pernah sedikit akrab dengan forumnya.

Rekomendasi situs belajar aksesibilitas Web diantaranya:

  • W3C (World Wide Web Consortium). Semua panduan sebenarnya sudah terangkum di dalam situs ini.
  • Dive Into Accessibility. Benar-benar menuntun untuk menyelami lebih dalam tentang 'Web accessibility'.
  • Accessites. Kolaborasi para pemerhati aksesibilitas Web yang rutin meninjau situs-situs lain. Ada Mike Cherim, Joe Dolson, Tommy Olsson, dan lainnya.
  • Opera Web Standards Curriculum. Walau bukan pengguna setia peramban Web Opera, saya menyukai tutorialnya.

Situs pribadi seputar aksesibilitas Web:

  • JuicyStudio. Dikelola oleh Gez Lemon.
  • WebAIM ('Web Accessibility in Mind'). Dikelola oleh Jared Smith. Sebagai bagian dari 'Center for Persons with Disabilities (CPD), Utah State University (USU)'.

Menguji aksesibilitas Web

Peranti lunak (ekstensi) penunjang aksesibilitas Web yang terpasang di peramban Firefox saya:

  • Web Developer+Validome+WAVE+W3C MobileOK.
  • Firefox Accessibility Extension.
  • Firebug+Page Speed+YSlow.
  • WCAG Contrast Checker.
  • NoScript.
  • Fangs, emulator 'screen reader'.
  • Readability, serupa Safari Reader.

Menguji keteraksesan? Dengan dukungan peranti di atas. Sederhananya, matikan tampilan gambar, dukungan 'javascript', dan CSS. Masihkah struktur web terasa logis dan relatif mudah diakses? Gunakan hanya papan ketik, lupakan tetikus. Coba telusuri halaman/aplikasi Web dengan teknik 'tabbing'. Apakah halaman/aplikasi Web masih logis dan mudah diakses? Saya membuat daftar periksanya di Evaluasi Weblog Mandiri (Dani Iswara .com).

Belakangan, peranti daring ATRC Web Accessibility Checker lumayan berbenah dan layak dicoba. Program ini didukung oleh pemerintahan Ontario, Kanada.

Awas tenggelam! Yang lebih esensial, dicoba langsung oleh target pengguna yang sesungguhnya. :)

Dani Iswara, [myfirstnamelastname]@gmail.com.

unEssential.

9 comments to "Belajar Web Accessibility"

  1. Cahya

    Katanya BBC mau buka kursus web lho Bli, siapa tahu Bli Dani bisa memberi bagian aksesibilitas web. Tenang, ada uang lelahnya kok Bli – katanya :)

  2. dani

    Cahya,
    ada kegiatan baru ya? Enaknya di Bali Blogger Community, banyak beliau-beliau yang profesional di bidangnya. Sepertinya, bikin acara apa saja bakal tidak kekurangan narasumber. :)

  3. aldy

    Bli Dani,
    Jujur saya masih belum mengerti memanfaatkan fitur Yslow dan Page Speed, referansinya menggunakan bahasa Inggris.
    Mungkin Bli bersedia membocorkan sedikit ?

  4. dani

    Pak Aldy,
    maaf, saya juga tidak mendalami Page Speed dan YSlow. Saya malah hanya tahu dari tulisan Pakde Handoko Harry (side22.com). :)

  5. Harry

    Haiaahhhh…
    Batal komentar yang ontopic — balik-kanan — pulang — pengen nutup pintu borang rapat-rapat yang ada embel-embelnya page speed, sebelum ada yang benar-benar niat mampir kerumah. Daripada harus ikut-ikutan menulis kalimat "Maaf, silahkan Googling saja" :(

  6. dani

    Pakde Harry,
    [baterai tinggal sedikit] bukan bermaksud lempar batu ayo ditangkap lho Pakde…ha ha ha… :D

  7. PF

    Ha…ha…ha…
    Mas Harry, berani berbuat harus berani bertanggung jawab. Ambil kunci kontak motor dulu….

  8. PF

    He…he…he…
    Pintunya benar-benar ditutup :(

  9. dani

    PF,
    iya, Pakde Harry menutup tulisan tentang Page Speed dan YSlow-nya: tag page speed di blog Pakde. Atau cek tag performance-nya. :D

Leave comment


All XHTML markups will be held for moderation. Keep on topic, please.