W4dDo0oousZsss,… ada yang menyuarakannya memakai SVG tho ?. :D :D
Tapi hover catatan tidak penting nya koq ngga ngefek kalau dipaksa beruntun ya (re:harus outfocus dulu) ? Apa ini kelemahan SVG Rayimas ? fmwiw.
Halaman ini dibuat sedemikian rupa untuk tidak aksesibel di beberapa bagian. Bisa dicoba di peramban Web Internet Explorer, Personal Digital Assistant, Smartphone, ponsel, Feed reader. Tapi sayangnya masih cukup aksesibel jika diakses tanpa gambar atau saat diperbesar sekian kali.
Waaduu…..hhhh!!!!!(“bilang Bang Juri “- Bajaj Bajuri)
Sebagai draftman, ketika membandingkan halman ini pada fx dengan IE sangat ketara sekali perbedaannya. Di peramban ini semua bentuk font sama dan tertata secara horisontal.
SVG baru-baru baca :)
ini svg kan..
kalau saya pernah test dengan css3 menggunakan segala jenis teransform..memang ie musuh!!! saya menggunakan blogspot sebagai uji coba sebenarnya
kalau svg ga heran buat segi aksesibilitas yang menjadi tantangan sekarang adalah css3, html5 dan sintaks yang mendasar yang masih di raba,, dari penempatan webkit dan moz yang simpang siur..
saya pernah mencoba ini dengan css3 di apakah ini css3,html5 di jomla pernah juga dengan tehnik ini..kalau ngomopngin IE ntar dulu dah bli.. nyerah !!!.. mari indonesia kita raba css3,html5 ..
Padly,
sebenarnya, saya tidak bosan dengan model penyajian ala blog. Sepanjang konten teks masih jadi incaran utama saya saat ini. Dalam bahasa saya, saya justru jenuh dengan ketidakaksesibelan halaman Web. Jika memang tidak aksesibel, mestinya sekalian saja dibuat revolusioner. Jangan tanggung-tanggung. Itu maksud saya.
Dan halaman ini, walau tidak revolusioner, antiteorinya antara lain:
a) SVG belum tampil aman di beberapa alat bantu teknologi, misal di pembaca umpanan RSS, Internet Explorer, peramban Web mobile lawas,
b) kontras menyebalkan,
c) alignment tidak jelas,
d) teks & bahasa yang sulit dimengerti oleh screen reader & manusia,
e) singkatan yang tidak mudah dimengerti,
f) apalagi ya…
oglek on April 23, 2010 at 16:09:26 using Firefox 3.6.3 on Windows XP:
hahaha, SVG-nya mantap :D
Harry on April 23, 2010 at 18:03:45 using Firefox 3.6.3 on Windows XP:
W4dDo0oousZsss,… ada yang menyuarakannya memakai SVG tho ?. :D :D
Tapi hover catatan tidak penting nya koq ngga ngefek kalau dipaksa beruntun ya (re:harus outfocus dulu) ? Apa ini kelemahan SVG Rayimas ? fmwiw.
dani on April 23, 2010 at 20:37:22 using Namoroka 3.6.3 on Arch Linux:
Harry,
kayaknya normal aja tuh Pakdhe.
rismaka on April 23, 2010 at 23:22:09 using Firefox 3.6.3 on Windows XP:
k3t4w4 Dulu 4h hahahahaahahaa :lol: :lol: :lol:
kbUrrr…. S3blum k0m3Nny4 dhp3E555s5z222z…..
aldy on April 24, 2010 at 00:47:19 using Firefox 3.6.3 on Windows XP:
(*garus kepala tidak gatal; kutu juga tidak ada *)
itu kalimat penutup bacanya apa ya ?
dani on April 24, 2010 at 04:35:34 using Namoroka 3.6.3 on Arch Linux:
rismaka, Pak Aldy,
tanya Mas Adi aja, Pak.. :D
Cahya on April 24, 2010 at 11:23:21 using Firefox 3.6.3 on Windows Vista:
Ha ha…, ini karena tangannya gatel di cafe tapi ga bisa ambil banyak camilan karena mahal, akhirnya buat yang beginian…
iskandaria on April 28, 2010 at 19:47:29 using Firefox 3.5.7 on Windows XP:
weleh-weleh..mulai terjangkita bahasa gaul nih kayaknya..
dani on April 28, 2010 at 20:27:00 using Namoroka 3.6.3 on Arch Linux:
Halaman ini dibuat sedemikian rupa untuk tidak aksesibel di beberapa bagian. Bisa dicoba di peramban Web Internet Explorer, Personal Digital Assistant, Smartphone, ponsel, Feed reader. Tapi sayangnya masih cukup aksesibel jika diakses tanpa gambar atau saat diperbesar sekian kali.
agung on April 29, 2010 at 14:22:03 using Internet Explorer 6.0 on Windows 2000:
Waaduu…..hhhh!!!!!(“bilang Bang Juri “- Bajaj Bajuri)
Sebagai draftman, ketika membandingkan halman ini pada fx dengan IE sangat ketara sekali perbedaannya. Di peramban ini semua bentuk font sama dan tertata secara horisontal.
SVG baru-baru baca :)
dani on April 29, 2010 at 15:00:42 using Namoroka 3.6.3 on Arch Linux:
agung,
sekalian coba MathML. :P
Contoh Aksesibilitas Blog – Unessential Weblog on June 29, 2010 at 10:41:09 via WordPress abc:
[...] Aksesibilitas Web antiteori. Menyajikan SVG. Konten ini tidak memperhitungkan keteraksesan sama sekali. Lupakan dulu Internet Explorer. [...]
Stop, Jangan Buka! - Unessential Weblog on July 24, 2010 at 11:10:03 via WordPress abc:
[…] Aksesibilitas Web Antiteori. Do not share on: Del.icio.us, Digg, Twitter! […]
rismaka on July 24, 2010 at 11:21:19 using Opera Mini 5.0.19693 on J2ME/MIDP Device:
saya mengakses menggunakan ponsel nyaman2 aja. cukup aksesibel.
dani on July 24, 2010 at 11:33:04 using Firefox 3.6.7 on Arch Linux:
rismaka,
kemungkinan mata situ masih batas normal. Perambannya canggih pula.
hendro-prayitno on July 24, 2010 at 11:46:51 using Firefox 3.6 on Windows XP:
ini svg kan..
kalau saya pernah test dengan css3 menggunakan segala jenis teransform..memang ie musuh!!! saya menggunakan blogspot sebagai uji coba sebenarnya
kalau svg ga heran buat segi aksesibilitas yang menjadi tantangan sekarang adalah css3, html5 dan sintaks yang mendasar yang masih di raba,, dari penempatan webkit dan moz yang simpang siur..
saya pernah mencoba ini dengan css3 di apakah ini css3,html5 di jomla pernah juga dengan tehnik ini..kalau ngomopngin IE ntar dulu dah bli.. nyerah !!!.. mari indonesia kita raba css3,html5 ..
dani on July 24, 2010 at 12:54:42 using Firefox 3.6.7 on Arch Linux:
hendro-prayitno,
pakai titik, koma, dan huruf kapital yang baik masih belum dilarang, kan?
Padly on July 24, 2010 at 16:46:42 using Google Chrome 5.0.375.99 on Windows XP:
Hahaha… Bli Dani mulai terjangkiti Anti kemapanan ya?
Kalau “auroborosnya” David desandro gimana Bli?
dani on July 24, 2010 at 16:59:17 using Firefox 3.6.8 on Arch Linux:
Padly,
antikemapanan? Kalau di blog, itu kayak apa ya operasionalnya? Bukankah yang tampak sederhana itu justru terkesan lebih mapan? Atau sebaliknya?
Padly on July 25, 2010 at 09:14:41 using Google Chrome 5.0.375.99 on Windows XP:
Bli Dani,
The death of the boring blog post? Mungkin?
dani on July 25, 2010 at 09:55:09 using Firefox 3.6.8 on Arch Linux:
Padly,
sebenarnya, saya tidak bosan dengan model penyajian ala blog. Sepanjang konten teks masih jadi incaran utama saya saat ini. Dalam bahasa saya, saya justru jenuh dengan ketidakaksesibelan halaman Web. Jika memang tidak aksesibel, mestinya sekalian saja dibuat revolusioner. Jangan tanggung-tanggung. Itu maksud saya.
Dan halaman ini, walau tidak revolusioner, antiteorinya antara lain:
a) SVG belum tampil aman di beberapa alat bantu teknologi, misal di pembaca umpanan RSS, Internet Explorer, peramban Web mobile lawas,
b) kontras menyebalkan,
c) alignment tidak jelas,
d) teks & bahasa yang sulit dimengerti oleh screen reader & manusia,
e) singkatan yang tidak mudah dimengerti,
f) apalagi ya…